DILI, 05 November 2025 (TATOLI)— Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão menekankan bahwa, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 bukan hanya sekadar menghitung soal angka, tetapi memberi makna untuk memahami dan menerima tanggung jawab atas investasi.
Demikian hal itu diutarakan Perdana Menteri Xanana dalam Pembukaan sesi debat umum APBN 2026 di Parlamen Nasional, Dili, Rabu ini.
“Dengan rasa tanggung jawab dan kewajiban yang besar, saya hadir di hadapan hadirin yang terhormat ini untuk menyampaikan Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2026. Dimana, perdebatan tentang Anggaran ini bukan sekadar menghitung angka. Tapi, kita di sini untuk memahami angka-angka ini dan bertanggung jawab atas investasi. Dimana, investasi yang akan berkontribusi pada peningkatan kehidupan masyarakat kita, memberdayakan mereka dan mengembangkan mereka dengan cara yang sehat, terdidik, dan berjiwa wirausaha,” kata PM Xanana.
PM Xanana juga mengatakan, hal ini tidak dapat dipungkiri lagi tetapi ini merupakan momen yang sangat krusial dalam kehidupan bernegara, yaitu perdebatan mengenai instrumen khususnya pengelolaan keuangan dan strateginya serta pilihan-pilihan politik bagi negara, dalam suatu demokrasi yang membahas pilihan-pilihan tersebut.
“Kami datang disini untuk melaksanakan rencana strategis yang telah disusun pada tahun 2011, dengan tujuan keberlanjutan kebijakan, proyek, dan reformasi, karena hanya dengan cara inilah visi pembangunan nasional dapat terwujud,” ujarnya.
Dikatakan, anggaran ini adalah sejarah bagi rakyat dan Timor-Leste untuk membangun masa depan mereka, sehingga siap untuk dibahas tentang Anggaran Negara yang berbobot dan berimbang, tetapi dapat menjadi lebih baik dengan kontribusi dari para Anggota Parlemen.
“Debat demokrasi tahunan tentang anggaran negara merupakan ujian bagi kekuatan demokrasi kita, di mana badan-badan kedaulatan bersama-sama memiliki tujuan bersama untuk meningkatkan kehidupan ekonomi dan sosial negara,” ujarnya.
Sementara itu, mengacu pada buku laporan anggaran yang diakses TATOLI, menyebutkan bahwa, Gambaran Umum Pemerintah Konstitusional ke – IX yang dipimpin oleh Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, dalam mengusulkan APBN untuk tahun 2026 mengusul tema “Investasi Dalam Transformasi Nasional, Integrasi Regional, Dan Pembangunan Inklusif”.
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diusulkan diatur sesuai dengan persyaratan hukum yang ditetapkan dalam Kerangka Anggaran dan Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Publik (Undang-Undang 03/2025, tanggal 23 April).
Dalam APBN tahun 2026 ini, Pemerintah mengajukan usulan APBN dengan jumlah $2.214.689.195 yang terdiri dari gaji dan upah $476.870,249, barang dan jasa $447.904,446, transfer publik $820.710,160, modal kecil $32.556,96, modal pembangunan $436.647,379.
Anggaran untuk setiap komponen Sektor Administrasi Publik sebagai berikut :
- US$2,215 miliar untuk Administrasi Pusat, meningkat 7% dibandingkan dengan Anggaran 2025
- $170,4 juta untuk Jaminan Sosial, pengurangan 3% dibandingkan dengan APBN 2025.
- $60 juta untuk Daerah Administratif Khusus Oe-Cusse Ambeno (RAEOA), pengurangan anggaran 4% dibandingkan dengan ABPN 2025
- Gabungan anggaran konsolidasi Administrasi Pusat dan RAEOA berjumlah $2.245 juta, yang merupakan peningkatan 6% dibandingkan dengan APBN
Sebelumnya, Menteri Keuangan, Santina José Rodrigues F. Viegas Cardoso, menegaskan bahwa usulan APBN 2026 tetap konsisten dengan strategi Pemerintahan Konstitusional IX serta Rencana Pembangunan Strategis 2011-2030, yakni memperkuat modal sosial, berinvestasi pada infrastruktur, mendiversifikasi ekonomi, serta meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Dari sisi makroekonomi, Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 4,5% pada tahun 2026, dengan inflasi rata-rata stabil di 1,2%, setelah turun menjadi 0,5% pada 2025.
Beberapa sektor prioritas yang dianggarkan meliputi :
Sektor Sosial :
- US$74,2 juta untuk kesehatan, termasuk US$55,9 juta bagi layanan kesehatan primer serta US$4,5 juta untuk rehabilitasi dan pembangunan rumah sakit
- US$35,8 juta untuk pendidikan, mencakup penguatan Program Makanan Sekolah, pembangunan ruang kelas, reformasi kurikulum, dan pelatihan guru
- US$180,4 juta untuk perlindungan sosial, terdiri dari US$170 juta bagi Jaminan Sosial dan US$10,4 juta untuk program ‘Bolsa da Mãe’ guna mendukung pendidikan anak usia dini
Sektor Infrastruktur :
- US$436 juta untuk modal pembangunan, dengan US$300 juta bagi Dana Infrastruktur, US$107 juta untuk kementerian, dan US$29 juta bagi pemerintah daerah
- US$223,4 juta dialokasikan khusus untuk energi, termasuk perluasan jaringan listrik nasional, studi infrastruktur minyak, dan proyek Tasi Mane
- US$20,2 juta untuk pertanian, dengan fokus pada rehabilitasi sistem irigasi, peningkatan produktivitas, serta mekanisasi pertanian
Sektor Ekonomi :
- US$32,1 juta untuk usaha mikro, kecil, menengah, koperasi, serta promosi ekspor
- US$4,3 juta untuk penguatan logistik perdagangan, investasi asing, dan keberlanjutan industri
- US$104,7 juta untuk sektor minyak, termasuk eksplorasi blok baru, studi proyek Tasi Mane, dan pengembangan industri minyak
- US$5,2 juta untuk pembangunan pusat pariwisata dalam rangka mendukung Program Promosi Nasional
Tata Kelola dan Kelembagaan :
- US$12,7 juta untuk memperkuat diplomasi dan pemenuhan syarat keanggotaan ASEAN
- US$16,2 juta untuk sektor peradilan
- US$37,1 juta untuk desentralisasi dan modernisasi keuangan publik
- US$6,2 juta untuk reformasi aparatur sipil negara serta pelatihan pegawai negeri
Dengan disetujuinya usulan ini, Pemerintah menegaskan komitmen untuk menjalankan kebijakan publik yang berkelanjutan, memperkuat integrasi regional, serta mendorong pembangunan inklusif.
“Jika kita bandingkan dengan pagu indikatif sebesar US$1,8 miliar, terdapat peningkatan sekitar US$400 juta karena Pemerintah melihat program-program prioritas yang wajib diselesaikan hingga tahun 2026,” tandas Menteri Santina.
Ia juga memaparkan bahwa anggaran terbesar untuk 2026 berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum – MOP (US$237 juta), Kementerian Urusan Pejuang dan Pembebasan Nasional – MACLN (US$199 juta), Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral – MPRM (US$128 juta), Kementerian Pendidikan – ME (US$117 juta) dan Kementerian Kesehatan – MS (US$76 juta).
TATOLI




