BOBONARO, 15 Oktober 2025 (TATOLI) – Jurnalis Senior ABC International Development, Matthew Carney, menyampaikan pesan reflektif dan penuh makna dalam peringatan 50 Tahun Balibo Five yang digelar di Balibo, Bobonaro.
Dalam pidatonya yang bertema “Peran Jurnalis di Negara Demokratis, Otoriter, dan di Era Kecerdasan Buatan (AI)”, Carney menegaskan bahwa kisah lima jurnalis yang gugur di Balibo bukan sekadar sejarah, melainkan sumber inspirasi abadi bagi dunia jurnalisme.
Ia menyebut nama-nama Greg Shackleton, Gary Cunningham, Malcolm Rennie, Tony Stewart, dan Brian Peters dengan penuh penghormatan. Ia mengatakan, kematian mereka bukanlah akhir, tetapi awal dari kesadaran baru tentang arti keberanian dan tanggung jawab moral seorang jurnalis.
“Mereka datang ke sini dengan satu tujuan untuk mencari dan mengungkap kebenaran, san itulah pelajaran terbesar bagi setiap jurnalis : sebuah misi yang harus dijaga dan dihargai. Mereka berdiri tegak dengan keberanian dan keyakinan. Mereka pantas untuk dikenang hari ini, dan setiap hari di masa depan,” ungkap Jurnalis Senior ABC, Rabu ini.
Ia mengingat kembali rekaman terakhir Greg Shackleton, yang berbicara di depan kamera tak jauh dari tempat acara peringatan berlangsung. Baginya, kata-kata Shackleton yang menggambarkan penderitaan rakyat Timor kala itu masih relevan hingga kini.
Ia menekankan bahwa Balibo Five datang ke Timor-Leste untuk satu tujuan : mencari dan mengungkap kebenaran.
Sebagai jurnalis yang telah lebih dari tiga dekade menjadi koresponden di berbagai zona konflik dari Papua Barat, Sri Lanka, Myanmar, dan Korea Utara, hingga Irak, Iran, Suriah, Gaza, dan Afrika. Ia mengaku bahwa semangat Balibo Five selalu menjadi pengingat dalam perjalanan kariernya.
“Dalam saat-saat tergelap, ketika rasa takut dan ketidakpastian muncul, saya sering teringat pada Balibo Five. Mereka menjadi penghiburan bagi saya. Mengingat mereka memberi saya keyakinan bahwa saya sedang melakukan sesuatu yang memiliki makna dan tujuan. Pesan dari Balibo Five masih terdengar jelas bagi saya dan pesan itu sederhana namun sangat kuat, selalu menjadi saksi atas kebenaran,” pungkasnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




