iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Temui Presiden Ramos-Horta, PM Malaysia : TL sangat penting bagi ASEAN  

Temui Presiden Ramos-Horta, PM Malaysia : TL sangat penting bagi ASEAN   

Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim bertemu Presiden Republik Demokratik Timor-Leste, José Ramos-Horta, di Istana Negara, Dili, Selasa (23/09). Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 23 September 2025 (TATOLI)— Presiden Republik, José Ramos-Horta, menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili, pada Selasa (23/09).

Kunjungan resmi ini adalah bagian dari kegiatan dua hari di Dili, 23–24 September 2025, atas undangan Presiden Ramos-Horta dan Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão dengan agenda utama memperkuat hubungan bilateral, meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya, serta bertukar pandangan terkait persiapan aksesi Timor-Leste sebagai anggota penuh ASEAN pada KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Oktober mendatang.

Setibanya di Istana, Perdana Menteri Anwar Ibrahim disambut Presiden Ramos-Horta dengan barisan penghormatan dalam acara Pertemuan Kehormatan. Kedua pemimpin kemudian mengadakan pertemuan bilateral yang menegaskan kembali persahabatan erat antara Timor-Leste dan Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim menegaskan bahwa Timor-Leste memiliki arti penting bagi ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara).

“Aksesi Timor-Leste ke ASEAN hanya masalah waktu. Malaysia harus memainkan peran ini karena Anda berada di kawasan ini, telah membangun konsensus, dan berbagi nilai-nilai serta tekad ASEAN. Aksesi ini akan sangat bermanfaat bagi kita semua,” ungkap PM Anwar usai melakukan pertemuan bilateral di Istana Kepresidadenan.

Ia menambahkan bahwa kunjungannya juga bertujuan memperdalam kerja sama ekonomi, budaya, serta geopolitik.

“Kami ingin memastikan perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, dan pertahanan mendapat prioritas. Saya senang Petronas dan perusahaan swasta Malaysia akan berpartisipasi dalam upaya ini. Persahabatan dan kerja sama ekonomi serta budaya harus terus diperdalam,” ujarnya.

PM Anwar menyebut kunjungan ini sebagai momen pribadi sekaligus resmi. “Saya sangat senang disambut langsung oleh sahabat, keluarga tercinta selama puluhan tahun. Kita akan merayakan aksesi Anda ke ASEAN pada Oktober 2025,” kata PM Malaysia.

Sementara itu, Presiden Ramos-Horta menekankan bahwa Malaysia merupakan sahabat sejati yang mendampingi Timor-Leste sejak masa-masa sulit.

“Kunjungan Perdana Menteri Anwar merupakan bukti persahabatan yang mendalam dan abadi antara kedua negara kita. Malaysia mendampingi kita di saat paling kritis dalam sejarah kita, selalu menunjukkan dukungan yang tak tergoyahkan. Ini tidak akan pernah dilupakan oleh rakyat Timor-Leste,” jelas Ramos-Horta.

Presiden Republik menambahkan, kerja sama akan diperluas di sektor agribisnis, energi terbarukan, pariwisata, hingga pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Kami berkomitmen untuk mendorong investasi Malaysia yang lebih besar, memperluas kesempatan pendidikan, serta meningkatkan konektivitas antarnegara,” ucapnya.

Sebagai bagian dari kunjungan resmi, Presiden Ramos-Horta akan menganugerahkan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste sebagai penghargaan nasional tertinggi kepada Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Penghargaan ini diberikan atas advokasi panjang Anwar bagi Timor-Leste serta dukungan Malaysia dalam pembangunan nasional dan integrasi regional.

Selain itu, pada 24 September 2025, PM Anwar dijadwalkan menyampaikan pidato utama dalam Seri Ceramah Presidensial 2025 IV dengan tema “ASEAN dan Peran Timor-Leste”.

PM Anwar didampingi oleh sejumlah menteri, pejabat tinggi, akademisi, dan anggota parlemen, termasuk Menteri Pertahanan, Dato’ Seri Mohamed Khaled Bin Nordin, Menteri Komunikasi, Datuk Ahmad Fahmi Fadzil, serta mantan Menteri Pendidikan Prof. Dr. Maszlee Malik dan 14 delegasi lainnya.

Sejarah hubungan erat kedua negara sudah terjalin sejak sebelum kemerdekaan Timor-Leste. Pada 2003, mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad, mengunjungi Timor-Leste saat Malaysia ikut serta dalam operasi perdamaian PBB.

Lebih dari 200 polisi Malaysia bertugas dalam berbagai kapasitas di UNPOL dan FPU, serta Malaysia turut menyumbangkan perlengkapan militer bagi F-FDTL. Sebagai tanda persahabatan, Timor-Leste memberikan sebidang tanah untuk pembangunan Kedutaan Besar Malaysia di Dili.

Dikutip dari BERNAMA (23/09), Malaysia adalah negara ASEAN pertama yang mendirikan kedutaan besar di Dili menjelang restorasi kemerdekaan Timor-Leste pada Mei 2002, dan tetap menjadi salah satu pendukung terkuatnya seiring negara demokrasi muda ini, dengan populasi hampir 1,4 juta jiwa, bersiap untuk menduduki posisinya sebagai anggota ASEAN ke-11 pada KTT ke-47 di Kuala Lumpur bulan depan.

Selain kehangatan seremonial, kunjungan ini diharapkan dapat memperdalam kerja sama praktis. Lebih dari 1.000 warga Timor-Leste telah memperoleh manfaat dari pelatihan MTCP, sementara 55 mahasiswa saat ini sedang belajar di Malaysia.

Hubungan ekonomi dan antarmasyarakat juga telah berkembang, didorong oleh peluncuran penerbangan langsung Kuala Lumpur–Dili oleh Batik Air pada Juni 2025 dan penerapan perjalanan bebas visa selama 30 hari bagi warga Malaysia pada bulan Agustus.

Pada tahun 2024, perdagangan bilateral antara Malaysia dan Timor-Leste mencapai US$18,72 juta (RM85,68 juta). Ekspor Malaysia ke Timor-Leste mencapai US$18,37 juta (RM84,06 juta), sementara impor dari negara tersebut mencapai US$0,35 juta (RM1,62 juta).

Antara Januari dan Juli tahun ini, perdagangan bilateral mencapai US$6,65 juta (RM26,88 juta), dengan lebih dari 200 UKM Malaysia yang aktif di Timor-Leste di berbagai sektor seperti makanan, perhotelan, ritel, dan jasa otomotif.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!