iklan

HEADLINE, OLAHRAGA

Jenny Thompson dorong perkembangan Kriket Perempuan di Timor-Leste

Jenny Thompson dorong perkembangan Kriket Perempuan di Timor-Leste

Pendiri Her World Cricket Tour, Jenny Thompson (menggunakan kaos dan topi hitam) foto bersama anak-anak perempuan Timor-Leste disela-sela kegiatan bermain kriket bersama Federasi Kriket Timor-Leste dan murid-murid dari Asrama FOBS Ermera di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili pada Rabu (17/9). Foto Tatoli/Cidalia Fatima

DILI, 17 September 2025 (TATOLI) – Jenny Thompson, pendiri Her World Cricket Tour, menekankan pentingnya pengembangan kriket perempuan di Timor-Leste.

Hal ini disampaikan pada TATOLI disela-sela  kegiatan bermain kriket bersama Federasi Kriket Perempuan Timor-Leste dan murid-murid dari Asrama FOBS (Fundação D’O Bom Samaritano) Ermera di Kepresidenan Republik, Dili, Rabu (17/09).

“Hari ini kita bermain kriket, olahraga terbesar kedua di dunia setelah sepak bola. Saya berharap suatu hari kriket juga akan menjadi olahraga nomor satu di Timor-Leste,” jelas Jenny Thompson.

Ia menambahkan, meski sepak bola populer, ia ingin melihat kriket dimainkan di jalanan oleh semua orang saat kunjungan berikutnya.

Jenny yang berasal dari Inggris dan kini tinggal di Australia, bercerita tentang latar belakangnya sebagai jurnalis dan pemain kriket.

Foto bersama anak-anak perempuan Timor-Leste disela-sela kegiatan bermain kriket bersama Federasi Kriket Timor-Leste dan murid-murid dari Asrama FOBS Ermera di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili pada Rabu (17/9). Foto Tatoli/Cidalia Fatima

Menurutnya, kriket bukan hanya olahraga, tetapi juga media untuk membangun persahabatan, membuka peluang, dan memperluas komunitas. Dari pengalaman pribadinya, bergabung dengan klub kriket lokal memberinya kesempatan untuk mengenal banyak orang dan membangun jaringan sosial yang luas.

Keinginan Jenny untuk memajukan kriket perempuan diwujudkan melalui Her World Cricket Tour, sebuah perjalanan yang didanai sendiri untuk bermain kriket, bertemu komunitas, dan mempromosikan partisipasi perempuan dalam olahraga ini.

“Timor-Leste adalah negara ke-74 yang saya kunjungi dalam dua tahun terakhir,” katanya.

Jenny mengaku tertarik untuk belajar lebih banyak tentang Timor-Leste dan menyambut baik undangan Cricket Timor yang difasilitasi oleh Kepresidenan Republik. Selama kunjungannya, Thompson mengamati keterampilan luar biasa para atlet perempuan muda, terutama dari tim Dili.

“Keterampilan mereka sangat baik. Saya sangat optimistis terhadap masa depan kriket di Timor-Leste,” ujarnya.

Jenny juga menekankan pentingnya Timor-Leste bergabung   dengan Dewan Kriket Internasional, yang membuka akses ke pertandingan internasional dan peluang bagi atlet perempuan maupun laki-laki.

Minggu ini menandai turnamen domestik putri pertama Timor-Leste, sebuah tonggak sejarah bagi pengembangan olahraga perempuan di negara ini.

Jenny juga bertemu dengan gadis-gadis dari panti asuhan Ermera, yang telah mengundang murid-murid Dili untuk berlatih bersama setiap Sabtu.

Anak-anak perempuan Timor-Leste sedang bermain kriket bersama Federasi Kriket Timor-Leste dan murid-murid dari Asrama FOBS Ermera di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili pada Rabu (17/9). Foto Tatoli/Cidalia Fatima

Ia menyoroti inklusivitas kriket di Timor-Leste dan menceritakan pengalamannya bermain di tim putra sejak usia 11 tahun dan harus bersaing dengan anak laki-laki. Ia menegaskan, “Di Timor, kriket adalah permainan semua orang—terbuka untuk semua usia, kemampuan, dan gender,” katanya.

Dalam perjalanan globalnya, Ia juga menulis buku tentang pengalaman berinteraksi dengan perempuan yang menembus batasan di dunia kriket. Ia menekankan perlunya investasi dalam olahraga perempuan.

“Ketika dana tersedia, hasilnya luar biasa, standar lebih tinggi, kualitas lebih baik, dan partisipasi meningkat. Inilah yang kami lihat secara global, dan alasan saya sangat bersemangat melanjutkan tur ini,” kata Jenny.

Jenny Thompson berharap kehadirannya dapat memotivasi lebih banyak perempuan di Timor-Leste untuk terlibat dalam kriket dan menjadikan olahraga ini sarana pembangunan sosial serta pengembangan bakat atletik perempuan.

Diektahui Her World Cricket Tour adalah inisiatif yang digagas Jenny Thompson untuk berkeliling dunia bermain, melatih, dan mendokumentasikan kriket wanita, dengan tujuan menjadi pemain kriket wanita paling banyak bepergian di dunia sekaligus menggalang dana untuk kegiatan amal.

Mantan Asisten Editor ESPNCricinfo itu pun mendokumentasikan pengalamannya untuk menulis buku dan menggalang dana bagi The LBW Trust, yang mendukung pendidikan kaum muda miskin, serta GiveDirectly, lembaga yang memberikan bantuan tunai langsung untuk membantu masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!