DILI, 17 September 2025 (TATOLI) – Kepresidenan Republik menghadirkan Jenny Thompson, pendiri Her World Cricket Tour, untuk memperkenalkan olahraga kriket kepada anak-anak perempuan Timor-Leste melalui kegiatan bermain kriket bersama Federasi Kriket Timor-Leste (FDCTL) dan murid-murid dari Asrama FOBS (Fundação D’O Bom Samaritano) Ermera.
Kegiatan ini berlangsung di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili pada Rabu (17/9) dan menjadi pengalaman pertama bagi banyak anak perempuan dalam mengenal olahraga baru ini.
Domingos Gomes, Direktur Panti Asuhan FOBS Ermera, menyampaikan kegembiraannya karena anak-anak panti dapat berpartisipasi dalam kriket untuk pertama kalinya, sebuah olahraga baru di Timor-Leste.
Kegiatan ini, menurutnya, menjadi kemajuan yang luar biasa bagi anak-anak dan merupakan awal dari keterlibatan berkelanjutan, terutama bagi anak perempuan.
“Kami berharap anak-anak kami yang berpartisipasi hari ini, meskipun hanya beberapa jam, akan terus terlibat di masa mendatang,” kata Domingos Gomes pada TATOLI.
Ia menambahkan bahwa pihak panti asuhan juga mengundang Jenny Thompson ke Ermera untuk melatih anak-anak, termasuk kemungkinan pelatihan di akhir pekan, agar ada kesinambungan dalam kegiatan ini.
Ia jelaskan anak-anak perempuan yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari 10 anak perempuan berusia 12 – 17 tahun. Saat ini FOBS memiliki 80 siswa panti asuhan, yang terdiri dari 40 perempuan dan 40 laki-laki. Ia optimistis bahwa jumlah peserta akan meningkat seiring berkembangnya permainan ini.

“Kami yakin permainan ini tidak hanya akan dimainkan di Timor-Leste, tetapi juga dapat diperkenalkan di tingkat internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Paulina da Costa Ximenes, Manajer Federasi Kriket Timor-Leste (FDCTL), menjelaskan bahwa kegiatan Federasi terus berjalan secara rutin dengan latihan harian dan pertandingan antar-Asosiasi. Baru-baru ini, FDCTL menggelar festival khusus perempuan melibatkan dua Asosiasi dan empat sekolah, dengan pembagian kelompok 11 peserta.
Ia menekankan pentingnya kehadiran pelatih perempuan dari Australia dalam kegiatan di Istana Kepresidenan, yang menunjukkan dukungan teknis bagi perempuan dalam kriket.
“Bagi saya pribadi sangat senang karena hari ini kami mendapatkan pelatih perempuan yang menunjukkan bagaimana secara teknis mendukung dan membimbing perempuan dalam kriket,” ujarnya.
Jenny Thompson, Pendiri Her World Cricket Tour, mengungkapkan antusiasmenya saat bermain kriket bersama para peserta dan memuji kemampuan para pemain muda yang telah menyesuaikan kemampuan atletik mereka dengan gerakan kriket yang tidak biasa.
“Hari ini, saya menyaksikan kemampuan fielding, bowling, dan batting yang luar biasa, yang membuat saya sangat optimistis terhadap masa depan kriket Timor,” katanya.
Ia menyoroti bahwa turnamen domestik putri pertama di Timor-Leste merupakan tonggak sejarah penting, sekaligus mendorong interaksi antar-gadis dari berbagai daerah.
Kriket adalah olahraga tim bat-and-ball yang dimainkan antara dua tim beranggotakan sebelas pemain dengan tujuan utama mencetak lebih banyak run daripada lawan. Permainan ini berasal dari Inggris dan menyebar ke seluruh dunia, terutama di negara-negara Persemakmuran seperti India, Pakistan, Sri Lanka, Australia, dan Inggris.
Dalam kriket modern, satu tim memukul (batting) untuk mencetak run, sementara tim lawan melempar (bowling) dan menjaga bola (fielding) untuk membatasi skor serta mengeluarkan pemukul. Run dicetak dengan berlari di antara wicket atau memukul bola melewati batas lapangan.
Kriket memiliki aturan resmi yang dikodifikasi dalam The Laws of Cricket, termasuk cara dismissal, over, peran umpire, dan peralatan seperti bat, bola, dan pelindung. Permainan ini memiliki berbagai format, termasuk Test cricket, List A, dan Twenty20, dan diatur secara global oleh International Cricket Council (ICC).
Selain menjadi olahraga kompetitif, kriket juga bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental, meningkatkan kekuatan, koordinasi, fleksibilitas, dan konsentrasi.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




