DILI, 30 Juli 2025 (TATOLI)— Dalam upaya mengurangi angka malnutrisi kronis yang masih tinggi di kalangan ibu dan anak, Pemerintah Timor-Leste menyetujui Rancangan Undang-Undang Keputusan tentang Tunjangan Kesehatan dan Gizi Bersyarat, yang diajukan oleh Wakil Menteri Solidaritas Sosial dan Inklusi, Céu Brites.
Melalui mekanisme perlindungan sosial baru ini, negara akan memberikan bantuan keuangan sebesar $25 setiap triwulan, disertai dukungan bahan pangan, kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak hingga usia tiga tahun yang hidup dalam kondisi kerentanan sosial dan ekonomi.
“Inisiatif ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi kesehatan ibu dan anak melalui dukungan yang terarah, terukur, dan terintegrasi, sekaligus mendorong pemanfaatan layanan kesehatan secara rutin,” jelas Menteri Kabinet Dewan Menteri, Agio Pereira melalui konferensi pers, rabu ini di kantor pemerintah.
Program ini akan dimulai sebagai proyek percontohan di tiga wilayah dengan tingkat malnutrisi anak tertinggi, yaitu Kotamadya Covalima, Ermera, dan Daerah Administratif Khusus Oe-Cusse Ambeno (RAEOA).
Bantuan akan diberikan secara bersyarat, hanya kepada penerima yang memenuhi sejumlah persyaratan layanan kesehatan dasar, seperti : Pemantauan kehamilan dan pascakelahiran (prenatal dan postnatal), Pemeriksaan rutin tumbuh kembang anak, Vaksinasi sesuai jadwal dan Partisipasi dalam sesi konseling gizi.
Semua persyaratan ini akan mengacu pada standar teknis yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Program akan dikelola oleh Kementerian Solidaritas Sosial dan Inklusi, dengan koordinasi erat bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, Kementerian Administrasi Negara, serta Institut Statistik Nasional Timor-Leste (INE).
Selain itu, pemerintah juga membuka ruang untuk dukungan teknis dari mitra pembangunan internasional.
Untuk menjamin efektivitas dan transparansi program, undang-undang ini mengatur pembentukan basis data sosial khusus, yang akan mencatat data penerima manfaat dan perkembangan mereka.
Setelah 36 bulan implementasi, akan dilakukan evaluasi independen untuk menilai dampak program dan kelayakan ekspansi ke wilayah lain di seluruh negeri.
Pemerintah berharap, intervensi ini akan menjadi langkah nyata dalam memutus rantai malnutrisi lintas generasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang paling rentan, terutama anak-anak pada usia emas pertumbuhan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




