DILI, 18 Juli 2025 (TATOLI)– Uni Eropa (UE) menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan sektor kehutanan berkelanjutan di Timor – Leste.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Timor-Leste, Marc Fiedrich, dalam sambutan pada pembukaan Konferensi Nasional Kehutanan bertema “Diversifikasi Ekonomi Melalui Sektor Kehutanan” yang digelar di Pusat Kovensi Dili (CCD), Jumat ini.
Dalam sambutannya, Dubes Marc Fiedrich menegaskan bahwa kehutanan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, serta pelestarian keanekaragaman hayati. Ia juga menyoroti potensi besar sektor ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kehutanan di Timor-Leste menghadirkan potensi luar biasa, bukan hanya untuk kemakmuran ekonomi, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekologi dan memperkuat ketahanan iklim,” ujar Dubes Marc Fiedrich.
Dubes Marc Fiedrich mengapresiasi langkah Pemerintah Timor-Leste, khususnya Sekretariat Negara untuk Kehutanan, dalam menyelenggarakan konferensi yang dianggap sebagai forum penting untuk menata masa depan sektor kehutanan nasional.
Ia mengingatkan bahwa meskipun hasil dari investasi kehutanan kerap memerlukan waktu panjang, strategi yang menggabungkan manfaat jangka pendek seperti agroforestri, hasil hutan non-kayu, dan pertanian karbon sangat penting agar masyarakat tetap terdorong untuk menjaga dan mengelola hutan secara berkelanjutan.
Salah satu kisah sukses yang disoroti adalah proyek kehutanan yang didanai oleh Uni Eropa dan diimplementasikan oleh GIZ dan CAMOES di Covalima sejak dua dekade lalu. Proyek tersebut berhasil menciptakan aset bernilai tinggi bagi petani lokal, bahkan mencapai hingga $80.000 per keluarga.
“Namun tidak semua orang mampu menunggu dua dekade. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan insentif dan hasil ekonomi yang lebih cepat melalui model-model alternatif yang tetap menjaga keberlanjutan,” katanya.
Uni Eropa sendiri telah lebih dari satu dekade mendukung berbagai program agroforestri dan pertanian karbon di Timor-Leste, serta membantu pemerintah dalam merancang kebijakan kehutanan yang solid.
Salah satu kontribusi nyata adalah penyusunan studi kelayakan kehutanan komersial nasional yang kini telah diajukan ke Dewan Menteri. Studi tersebut mengusulkan investasi sebesar $300 juta dalam jangka waktu 15 tahun dengan potensi pengembalian mencapai $900 juta dalam 30 tahun.
Selain itu, UE juga telah membuka pengajuan proposal baru di bidang agroforestri dan tengah menjajaki kerja sama lebih lanjut melalui program yang akan dijalankan bersama Direktorat Jenderal Kehutanan.
“Kami tetap menjadi mitra setia pemerintah Timor-Leste. Namun, untuk mencapai potensi penuh sektor ini, dibutuhkan investasi besar dan dukungan kebijakan yang kuat,” tegas Dubes Marc Fiedrich .
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan semua pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, dalam membangun ekosistem kehutanan yang produktif dan berkelanjutan. Ajakan juga diberikan kepada Pemerintah Timor-Leste untuk mempertimbangkan alokasi pendanaan yang signifikan, baik melalui pinjaman maupun pembiayaan langsung, guna mempercepat transformasi sektor ini.
Sebagai penutup, Dubes Marc Fiedrich menyampaikan harapannya agar konferensi ini dapat menjadi titik tolak bagi terciptanya masa depan yang lebih hijau, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Timor-Leste.
“Melalui kemitraan dan kerja sama yang gigih, kita bisa membuka potensi besar kehutanan. Mari kita bergerak maju bersama dengan semangat persatuan dan tujuan bersama,” pungkasnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




