DILI, 08 Juli 2025 (TATOLI)— Presiden Republik dan Peraih Nobel Perdamaian, Jose Ramos Horta menyampaikan ucapan belasungkawa atas bencana banjir bandang di Texas, Amerika Serikat (AS) yang telah menewaskan 82 orang.
Dalam siaran pers yang diakses Tatoli, Selasa ini menyebutkan bahwa Kepala Negara Timor-Leste menyampaikan ucapan Belasungkawa melalui Surat resmi kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tertanggal 07 Juli 2025.
Presiden Horta, menyampaikan duka cita yang mendalam menyusul banjir dahsyat yang melanda Texas Tengah pada tanggal 04 Juli 2025, yang mengakibatkan hilangnya banyak nyawa dan banyaknya keluarga yang mengungsi.
Banjir tragis ini telah menewaskan sedikitnya 82 orang, dengan lebih dari 40 orang masih dilaporkan hilang dan ribuan keluarga terdampak bencana tersebut. Tim tanggap darurat, relawan, dan petugas penyelamat terus berupaya keras untuk menemukan korban selamat dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Dalam surat resmi kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Presiden Horta menyampaikan solidaritas rakyat Timor-Leste dengan rakyat Amerika selama masa sulit ini. Presiden Horta menghargai upaya luar biasa dari tim penyelamat dan relawan yang terus bekerja dengan keberanian dan dedikasi untuk menyelamatkan nyawa dan membantu mereka yang membutuhkan.
“Di saat penuh duka dan penderitaan ini, saya ingin menyampaikan rasa solidaritas dan belasungkawa yang tulus kepada Yang Mulia, keluarga yang ditinggalkan, dan rakyat Amerika Serikat,” kata Presiden Horta.
“Timor-Leste mengikuti, dengan kesedihan dan harapan, upaya luar biasa dari tim penyelamat, relawan, dan semua orang yang, dengan keberanian dan dedikasi, terus bekerja tanpa lelah untuk menyelamatkan para korban dan membantu masyarakat yang terdampak. Kami berdoa untuk para korban bencana ini dan untuk semua keluarga yang mengalami masa sulit seperti ini. Semoga mereka mendapatkan semangat kasih sayang yang selalu menjadi ciri khas Amerika Serikat,” katanya.
Presiden Horta juga menekankan bahwa Timor-Leste berdiri dalam solidaritas dengan Amerika Serikat selama masa sulit ini, yang mencerminkan ikatan persahabatan dan rasa saling menghormati yang kuat antara kedua negara.
Sementara itu, dalam laman Antaranews yang dikutip Tatoli, menyebutkan korban jiwa dalam bencana banjir bandang di Texas, Amerika Serikat, bertambah menjadi 82 orang, 28 di antaranya anak-anak.
Menurut laporan media pada Minggu (6/7) malam waktu setempat, korban tewas dilaporkan oleh enam county (setingkat kabupaten), paling banyak di Kerr County (68 orang).
Menurut sumber CNN, sejak banjir bandang menerjang, operasi penyelamatan lewat udara terus dilakukan tanpa henti untuk mencari korban selamat di wilayah Hill Country.
TATOLI




