DILI, 29 oktober 2024 (TATOLI)– Woodside, mitra Timor GAP dalam Sunrise Joint Venture, menegaskan kembali sikap terbukanya mengenai opsi pengembangan untuk proyek gas Greater Sunrise, yang terletak sekitar 140 km sebelah selatan pantai Timor-Leste.
Dalam siaran pers resmi yang diakses Tatoli, Meg O’Neill, Direktur Eksekutif Woodside, dikutip oleh platform informasi yang mengkhususkan diri pada industri minyak dan gas Hulu, mengakui bahwa perusahaan tidak memiliki konsep pilihan untuk Greater Sunrise.
“Kami terbuka. Dan kita perlu mencari tahu cara terbaik untuk melanjutkan pembangunan, sehingga studi konseptual terus berlanjut,” jelasnya.
Ia juga menggarisbawahi bahwa studi konsep ini adalah untuk memastikan bahwa semua orang yang terlibat dalam perusahaan patungan (JV – Joint Venture), pemerintah Timor – Leste dan pemerintah Australia.
“Semuanya bekerja berdasarkan serangkaian fakta yang sama, dan kemudian kita dapat menggunakan kesamaan ini dan fakta untuk mendukung keputusan tentang cara terbaik untuk mengembangkan aset tersebut,” katanya.
Sejak April, perusahaan asal Inggris, Wood, telah memimpin studi konseptual independen untuk Greater Sunrise, dengan tujuan mengidentifikasi solusi pembangunan yang paling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.
Studi yang diharapkan selesai pada akhir tahun ini mengevaluasi pilihan-pilihan teknik, teknologi, pembiayaan dan struktur komersial, selain menganalisis faktor-faktor pajak, lingkungan, kesehatan dan keselamatan, serta sosial ekonomi.
Pembangunan Greater Sunrise dan kedatangan pipa gas ke pantai selatan Timor-Leste merupakan prioritas nasional, yang penting bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negara ini di masa depan.
Pemerintah akan terus mengevaluasi strategi terbaik untuk mengembangkan proyek ini, memastikan bahwa proyek ini berjalan secara berkelanjutan dan membawa manfaat yang signifikan bagi bangsa dan kawasan.
Usaha patungan Greater Sunrise terdiri dari Timor GAP, dengan 56,6% saham, Woodside, dengan 33,44%, dan Osaka Gas Australia, dengan 10%.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




