DILI, 15 desember 2022 (TATOLI)— Direktur Warisan dan Budaya Nasional, Gil Paulino mengatakan selama 2022, Sekretariat Negara urusan Seni dan Budaya (SEAK -tetun) telah mendukung proses pembangunan untuk 27 rumah adat di sepuluh (10) kotamadya.
“Pada 2022 ini kita bantu dirikan 27 rumah adat dengan dana sebesar $81.000 yang terbagi dalam tiga kategori,” jelas Gil Paulino secara esklusif pada Tatoli di Centro Convenções Dili (CCD).
Dijelaskan, sepuluh kotamadya tersebut antara lain, Aileu, Ataúro, Bobonaro, Covalima, Lautém, Luiquiça, Manatuto, Manufahi, RAEOA (Daerah Administratif Spesial Oe-Cusse Ambeno), dan Viqueque.
“Kotamadya yang tidak didukung karena pada tahun 2021 sudah mendapatkan manfaat, seperti Baucau ada 20 rumah adat, Ermera (18) dan Ainaro ada 12 rumah adat,” sebut Direktur Warisan dan Budaya Nasional itu.
Sesuai aturan dari SEAK, dukungan untuk tiga kategori pembangunan rumah adat terdiri dari peluncuran sebesar $1.500, rehabilitasi $2.500 dan konstruksi baru $3.500. Ini sesuai dengan proposal yang diajukan oleh masyarakat.
Meskipun Pemerintah mampu menyediakan dana tersebut, tetapi masyarakat harus mengajukan proposal yang menyertakan pendahuluan tentang rumah adat, stimasi jangka waktu untuk pembangunan serta deskripsi anggaran yang dibutuhkan.
“Jika ditemukan dalam proposal untuk membeli material modern seperti semen, besi maka pihak teknis tidak akan menyetujui dukungan tersebut. Selain itu, para tim teknis akan lakukan verifikasi di lapangan dan setelah itu baru memutuskan berapa nilai yang dibutuhkan,” paparnya.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




