iklan

POLITIK, DILI, PENDIDIKAN, SOSIAL INKLUSIF

Jamin pendidikan inklusif, KBRI sediakan pelatihan BIPA bagi 29 kaum difabel

Jamin pendidikan inklusif, KBRI sediakan pelatihan BIPA bagi 29 kaum difabel

DILI, 11 juli 2022 (TATOLI)— Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Timor-Leste (TL) melalui Pusat Budaya Indonesia (PBI) secara resmi membuka pelatihan BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) bagi 29 kaum difabel dari Asosiasi Penyandang Disabilitas Mata Timor-Leste (AHDMTL-Asosiasi Halibur Difisiensia Matan Timor-Leste).

Pelatihan tersebut  secara resmi dibuka Duta Besar Indonesia di TL, Okto Dorinus Manik bersama   Wakil Menteri Solidaritas, Sosial dan Inklusif (MESSI), Signi Candrawati Verdial dengan kehadiran dari ke-29 peserta dari AHMDTL di PBI.

Dubes Okto berkomitmen KBRI siap untuk memfasilitasi pelatihan BIPA kepada mereka yang ingin belajar dan khusus untuk penyandang disabilitas atau kaum difabel. Pelatihan tersebut akan mendukung mereka dalam proses untuk mengikuti ujian persamaan di Kupang, Indonesia.

“Kami siap memfasilitasi, semoga pelatihan dimudahkan dan berjalan dengan baik. Pelatihan ini bisa menjadi dukungan ujian persamaan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau paket C di Kupang NTT. Karena, seperti yang kita ketahui soal yang diberikan juga dengan bahasa Indonesia dan ini akan mendukung mereka memahami soal tersebut,” katanya.

Diplomat tersebut menegaskan akan mendukung pihak Kementerian Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (MEJD – tetum) TL untuk mewujudkan rencana mendatangkan guru penguji dari Kupang NTT demi menyediakan ujian persamaan bagi kaum difabel di TL.

Wakil Menteri MESSI, Signi dalam sambutanya berterima kasih atas dukungan KBRI pada kaum difabel di TL demi menjamin pendidikan inklusif. Karena, saat ini dari total 38,118 kaum difabel hanya 15% diantaranya baru mengenyam kursi pendidikan.

“Dari mereka semua hanya 15% akses ke pendidikan dan kita ingin semua kaum disabilitas lebih banyak lagi mengakses Pendidikan. Jadi, dukungan dari KBRI akan sangat membantu Pemerintah dalam mewujudkan Pendidikan bagi kaum difabel bisa mencapai 50%,” ucapnya.

Ia mengakui bahwa Bahasa Indonesia   menjadi salah satu Bahasa yang paling diminati di negara-negara ASEAN (Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggar) dan ini akan mendukung komunikasi yang lebih baik disaat kaum difabel mengikuti pelatihan di luar negeri khsusnya dalam kawasan ASEAN.

Dilain pihak, Atase Pendidikan KBRI, Ikhfan Haris mengkonfirmasikan bahwa pelatihan tersebut akan dilakukan selama tiga bulan penuh dengan dua kali pelatihan selama seminggu.

Selain itu pihak PBI juga telah menginformasikan bahwa ada 25 perguruan tinggi di Indonesia yang memberikan beasiswa pada Kaum Muda TL dan tentunya ini juga bagi kaum difabel.

“Mereka bisa melakukan aplikasi. Karena, di Surabaya-Indonesia khususnya di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) juga menyediakan beasiswa untuk Pendidikan Inklusif,” kata Atase Pendidikan.

Sementara itu, Perwakilan AHMDTL, Gabriel de Sousa berterima kasih kepada KBRI karena memfasilitasi ke-29 peserta kaum difabel untuk mengikuti pengajaran BIPA selama tiga bulan di PBI.

“Saya harap proses pelatihan ini bisa dilakukan terus dan berlanjut sampai tahun depan karena kaum difabel sendiri di TL mencapai lebih dari 38 ribu dan khusus untuk kaum tunanetra mencapai 14 ribu. Dari total itu, banyak yang tidak memiliki akses ke pendidikan,” jelasnya.

Ia pun meminta kepada para peserta untuk rajin mengikuti pelatihan, agar pihak PBI bisa mempertimbangkan pelatihan untuk kawan difabel lain pada tahun mendatang.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!