Top

PM Xanana Gusmão reuni dengan Mantan Pasukan Perdamaian Thailand setelah 27 tahun

Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, mengadakan reuni dengan sejumlah mantan perwira dan anggota militer Thailand yang pernah bertugas dalam misi United Nations Peacekeeping. Foto GPM

DILI, 08 Oktober 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, mengadakan reuni dengan sejumlah mantan perwira dan anggota militer Thailand yang pernah bertugas dalam misi United Nations Peacekeeping (Misi Pemeliharaan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa-PBB)  di Timor-Leste pada 1999, setelah 27 tahun sejak masa penugasan tersebut.

Pertemuan yang berlangsung di Hotel Mandarin Oriental, Bangkok, Thailand, Kamis, merupakan bagian dari rangkaian kunjungan resmi PM Xanana Gusmão selama satu pekan ke negara tersebut, sekaligus menjadi momentum untuk mengenang kembali hubungan persahabatan dan solidaritas yang terjalin antara Timor-Leste dan Thailand sejak masa perjuangan kemerdekaan.

Dalam pertemuan tersebut, berdasarkan Laman Pemerintah, disebutkan bahwa PM Xanana menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada para mantan anggota militer Thailand atas kontribusi mereka dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Timor-Leste pada 1999, ketika rakyat Timor-Leste sangat membutuhkan dukungan dan solidaritas masyarakat internasional.

Kepala Pemerintahan juga mengajak para mantan personel militer Thailand untuk terus mengikuti perkembangan serta memberikan dukungan terhadap pembangunan Timor-Leste pada masa mendatang.

Sementara itu, mantan Panglima Angkatan Bersenjata Thailand sekaligus Ketua Dewan Administrasi Asian Institute of Technology (AIT), Jenderal Dr. Boonsrang Niumpradit, mengungkapkan rasa bahagia dan haru karena dapat kembali bertemu dengan PM Xanana Gusmão setelah lebih dari dua dekade sejak masa misi perdamaian di Timor-Leste.

Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, mengadakan reuni dengan sejumlah mantan perwira dan anggota militer Thailand yang pernah bertugas dalam misi United Nations Peacekeeping. Foto GPM

“Kami sangat senang dapat bertemu kembali dengan Perdana Menteri Xanana Gusmão. Pertemuan ini sangat emosional dan penuh persahabatan. Kami berbicara dari hati ke hati, dan hal tersebut membuat kami dapat berbicara dengan lebih terbuka,” kata Jenderal Boonsrang di Hotel Mandarin Oriental, Bangkok, Kamis.

Menurutnya, pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang reuni, tetapi juga kesempatan untuk mengenang kembali pengalaman dan hubungan persahabatan yang terbentuk ketika para personel militer Thailand menjalankan tugas di Timor-Leste pada masa transisi menuju kemerdekaan.

Ia menegaskan bahwa para mantan perwira dan anggota militer Thailand tidak akan pernah melupakan Timor-Leste maupun rakyatnya, terutama karena pernah menjadi bagian dari upaya menjaga perdamaian dan stabilitas negara tersebut pada periode penting dalam sejarahnya.

“Kami tidak akan pernah melupakan negara seperti Timor-Leste, tempat kami pernah bekerja keras, sementara rakyat Timor-Leste juga bekerja keras untuk membangun dan mengembangkan negara mereka. Kemajuan pembangunan Timor-Leste saat ini sangat signifikan,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas perkembangan Timor-Leste selama lebih dari dua dekade setelah referendum penentuan nasib sendiri pada 30 Agustus 1999.

Jenderal Boonsrang menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan pembangunan yang telah dicapai Timor-Leste, meskipun negara tersebut memiliki wilayah dan jumlah penduduk yang relatif kecil.

Menurutnya, kerja keras rakyat Timor-Leste dalam membangun negara telah menghasilkan berbagai perkembangan positif, baik dalam pembangunan nasional maupun dalam memperkuat posisi negara di tingkat internasional.

Foto GPM

Ia juga menilai bahwa Timor-Leste memiliki peran dan pengaruh penting dalam hubungan regional, khususnya di kawasan Asia Tenggara melalui ASEAN.

Jenderal Boonsrang menegaskan bahwa hubungan emosional antara mantan personel militer Thailand dan masyarakat Timor-Leste tetap terjaga, meskipun telah berlalu 27 tahun sejak misi perdamaian pada 1999.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenang kontribusi pasukan internasional dalam mendukung keamanan dan stabilitas Timor-Leste setelah referendum 1999, ketika negara tersebut menghadapi situasi keamanan yang sulit.

Reuni PM Xanana Gusmão dengan para mantan anggota militer Thailand menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan persahabatan antara kedua negara yang telah terjalin sejak masa perjuangan dan proses pembangunan perdamaian di Timor-Leste.

Delegasi mantan militer dan pejabat Thailand yang menghadiri pertemuan tersebut antara lain mantan Panglima Angkatan Bersenjata Thailand, Jenderal Dr. Boonsrang Niumpradit; mantan Sekretaris Tetap Kementerian Pertahanan, Jenderal Udomchai “Ood” Bueangbon; mantan Panglima Angkatan Bersenjata, Jenderal Dr. Worapong Sanganet; serta mantan spesialis Markas Besar Angkatan Bersenjata Thailand, Jenderal Dutsadi Ramsomphop.

Turut hadir Direktur Informasi Militer atau perwakilan Panglima Angkatan Bersenjata Thailand, Letnan Jenderal Songwit Wayuhuead; mantan pejabat PBB di Timor-Leste, Apinporn Israngkun Na Ayudhya; Konsul Kehormatan Timor-Leste di Provinsi Prachuap Khiri Khan, Inita Jamikornl; Kepala Kantor Jenderal Boonsrang Niumpradit, Kolonel Araya Chulanont; serta Asisten Wakil Sekretaris Jenderal Boonsrang, Letnan Dr. Cherdsak Sroisuwan.

Dalam pertemuan tersebut, PM Xanana didampingi Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay; Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Komunitas, Mariano Assanami Sabino; serta Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu.

Hadir pula Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama, Jesuína Maria Ferreira Gomes; Wakil Menteri Urusan ASEAN, Milena Maria da Costa Rangel; Sekretaris Negara Komunikasi Sosial, Expedito Dias Ximenes; Duta Besar Timor-Leste untuk Thailand, Francisco Cepeda; serta Kepala Kantor Perdana Menteri, Elizabeth Exposto.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali hubungan historis antara Timor-Leste dan Thailand, sekaligus memberikan penghormatan kepada para mantan personel militer yang pernah berkontribusi dalam misi perdamaian internasional di Timor-Leste pada 1999.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!