Top

APC peringatkan potensi El Niño di Timor – Leste hingga April 2027

Foto spesial

DILI, 08 Oktober 2026 (TATOLI) – Otoritas Perlindungan Sipil Timor-Leste (APC) memperingatkan masyarakat mengenai potensi fenomena El Niño yang dapat menyebabkan penurunan curah hujan, kekeringan berkepanjangan, serta berdampak terhadap sektor pertanian, peternakan, dan kesehatan masyarakat hingga April 2027.

Berdasarkan informasi dari Direktorat Nasional Meteorologi dan Geofisika (DNMG), APC menyebutkan bahwa fenomena El Niño diperkirakan berpotensi berkembang pada periode Oktober hingga Desember 2026 dan kemungkinan berlanjut hingga April 2027.

Dalam peringatan resminya, APC menjelaskan bahwa El Niño merupakan fenomena iklim yang dapat menyebabkan berkurangnya curah hujan, keterlambatan musim hujan, dan peningkatan suhu udara. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi produksi pertanian, memengaruhi kesehatan hewan ternak, serta meningkatkan risiko kekurangan gizi di kalangan masyarakat.

Menghadapi kemungkinan tersebut, APC mengimbau seluruh masyarakat Timor-Leste untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan pangan selama musim kemarau.

APC merekomendasikan empat langkah utama untuk mengurangi dampak El Niño, yakni menghemat penggunaan air, menjaga kesehatan, melindungi hewan ternak, dan mencegah kebakaran.

Dalam upaya penghematan air, masyarakat dianjurkan menggunakan air dan bahan pangan secara bijaksana serta mempersiapkan cadangan air untuk menghadapi kemungkinan kekeringan berkepanjangan.

Sementara itu, untuk menjaga kesehatan, masyarakat diminta mengonsumsi air minum yang cukup guna mencegah dehidrasi, terutama ketika suhu udara meningkat selama musim kemarau.

APC juga mengingatkan para petani dan peternak untuk menyediakan cadangan air dan pakan bagi hewan ternak guna mengurangi risiko kerugian akibat kekeringan.

Selain itu, masyarakat diminta menghindari pembakaran sampah secara sembarangan dan memastikan keamanan lingkungan dari potensi kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

PBB Ingatkan Dampak El Niño dan Krisis Iklim Global

Peringatan APC tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap dampak perubahan iklim dan fenomena El Niño yang dapat memperburuk kondisi cuaca ekstrem di berbagai negara.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, dalam pertemuan tingkat tinggi mengenai aksi iklim dan transisi yang adil (High-Level Event on Climate Action and the Just Transition) di New York, memperingatkan bahwa fenomena El Niño yang sangat kuat dapat memperparah dampak perubahan iklim global.

“Dunia sedang menghadapi ancaman serius akibat peningkatan suhu bumi, sementara emisi gas rumah kaca masih terus meningkat meskipun berbagai negara telah berkomitmen mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil,” ucapnya.

Menurutnya, dunia sedang bergerak menuju kondisi ketika kenaikan suhu global melampaui batas 1,5 derajat Celsius sebagaimana ditetapkan dalam Perjanjian Paris. Karena itu, seluruh negara harus mempercepat tindakan untuk membatasi besarnya dan lamanya pelampauan tersebut.

Sekjen PBB itu juga menekankan bahwa perubahan iklim tidak hanya berkaitan dengan kenaikan suhu, tetapi berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama di negara-negara berkembang yang memiliki keterbatasan sumber daya untuk menghadapi bencana.

Ia memperingatkan bahwa tanpa langkah adaptasi yang memadai, kekeringan dapat berkembang menjadi krisis pangan, badai dapat memperburuk beban utang negara, dan gelombang panas dapat mengancam keselamatan manusia.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Guterres menyerukan peningkatan pendanaan adaptasi iklim hingga tiga kali lipat, penguatan ketahanan dalam setiap kebijakan pembangunan, serta perluasan sistem peringatan dini agar dapat menjangkau seluruh penduduk dunia pada 2027.

Ia juga mendesak negara-negara maju untuk meningkatkan dukungan pendanaan iklim bagi negara berkembang, termasuk mobilisasi sedikitnya 300 miliar dolar AS setiap tahun dan peningkatan pendanaan iklim global hingga 1,3 triliun dolar AS per tahun pada 2035.

Menurutnya, sistem keuangan internasional perlu memberikan dukungan lebih besar kepada negara-negara yang rentan terhadap perubahan iklim agar mampu membangun infrastruktur yang tangguh dan melindungi masyarakat dari dampak bencana.

Sejak 2022, PBB bersama mitranya telah memobilisasi dana sebesar dua miliar dolar AS untuk memperkuat sistem peringatan dini, dengan lebih dari 160 negara menerima dukungan langsung dalam meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan menghadapi bencana. 

APC ajak masyarakat tingkatkan kesiapsiagaan

Di Timor-Leste, APC menekankan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko akibat fenomena El Niño, khususnya bagi keluarga yang bergantung pada kegiatan pertanian dan peternakan.

Melalui kampanye bertajuk Ham utuk ba Komunidade Seguru (Bersama untuk Komunitas yang Aman), APC mengajak masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan sejak dini guna melindungi keluarga, lingkungan, serta sumber penghidupan mereka.

APC juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi layanan darurat melalui nomor 115 atau nomor telepon 3310189 apabila menghadapi situasi darurat yang membutuhkan bantuan perlindungan sipil.

Peringatan tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap potensi El Niño, sehingga masyarakat diimbau terus mengikuti informasi resmi dari APC dan DNMG mengenai perkembangan kondisi cuaca di Timor-Leste.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!