DILI, 14 Juli 2026 (TATOLI) – Pemerintah Jepang bersama Kansei Company dan Caring Water Project (CWP) memperkuat kerja sama dengan Timor-Leste di bidang sanitasi melalui penyerahan kendaraan sanitasi berteknologi tinggi kepada Pusat Nasional Ketenagakerjaan dan Pelatihan Kejuruan (CNEFP) Tibar.
Bantuan tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat sistem sanitasi, sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi generasi muda Timor-Leste.
Seremoni Peresmian dan Penyerahan Kendaraan Sanitasi serta Demonstrasi Teknologi berlangsung di Istana Kepresidenan, Dili, Selasa, dan dihadiri Presiden Republik José Ramos-Horta, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian serta Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup Francisco Kalbuadi Lay, Menteri Pekerjaan Umum Samuel Marçal, Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste Yamamoto Yasushi, Ketua Kansei Company Kenji Hasegawa, Direktur CNEFP Simão Tito Barreto, serta perwakilan CWP Global.
Direktur CNEFP, Simão Tito Barreto, mengatakan dukungan Pemerintah Jepang dan Kansei Company merupakan kehormatan besar bagi CNEFP Tibar karena membuka kesempatan bagi generasi muda Timor-Leste untuk memperoleh pelatihan teknis di Jepang sekaligus menerima transfer teknologi modern.
“Kemitraan kedua pemerintah ini telah memberikan kesempatan kepada kaum muda Timor-Leste mengikuti pelatihan di Jepang dan juga menghadirkan pemuda Jepang ke Timor-Leste sebagai relawan untuk berbagi pengalaman di CNEFP Tibar,” katanya.
Ia menjelaskan, CNEFP juga memperoleh dukungan berupa peralatan berteknologi tinggi yang telah diperkenalkan di Jepang dan kini mulai diterapkan di Timor-Leste sebagai sarana pembelajaran.
“Kami berharap para pemuda dapat terus mempelajari dan menguasai penggunaan peralatan berteknologi tinggi, khususnya di bidang sanitasi dan kebersihan, sehingga dapat membantu mewujudkan kota yang lebih bersih dan sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kansei Company, Kenji Hasegawa, menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan Timor-Leste melalui pengembangan infrastruktur air dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menjelaskan bahwa pada April 2023 Kansei Company menandatangani nota kesepahaman dengan CNEFP dan CWP Global untuk mengembangkan tenaga teknis yang mampu mendukung pembangunan infrastruktur melalui pelatihan praktik.
“Melalui program pelatihan di Jepang maupun bimbingan teknis langsung di Timor-Leste, kami sangat terkesan melihat semangat masyarakat Timor-Leste dan potensi besar generasi mudanya,” kata Kenji Hasegawa.
Menurutnya, kendaraan sanitasi yang diserahkan tidak hanya dimaksudkan sebagai peralatan operasional, tetapi juga sebagai sarana pelatihan pemeliharaan sistem sanitasi dan pengelolaan lingkungan.
“Kami berharap inisiatif ini tidak hanya berhenti pada penyerahan peralatan, tetapi juga menjadi dasar peningkatan keterampilan teknis, penciptaan lapangan kerja, dan mendukung pembangunan Timor-Leste yang mandiri,” ujarnya.
Kenji Hasegawa menambahkan, Kansei Company akan terus mendukung pengembangan infrastruktur air dan sanitasi melalui kerja sama teknis serta pengembangan sumber daya manusia.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Perdana Menteri Francisco Kalbuadi Lay menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang, Duta Besar Jepang, Kansei Company, dan seluruh mitra atas kontribusinya terhadap pengembangan kapasitas tenaga kerja Timor-Leste.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus diperkuat pada masa mendatang. Bantuan berupa peralatan berteknologi tinggi yang diberikan kepada Timor-Leste memiliki arti yang sangat penting bagi kami,” katanya.
Kalbuadi Lay mengatakan CNEFP Tibar merupakan salah satu pusat pelatihan terbaik di Timor-Leste yang saat ini menaungi sekitar 17 lembaga pelatihan. Ia juga mengapresiasi keberangkatan sejumlah instruktur dan peserta pelatihan ke Jepang untuk meningkatkan kompetensi teknis.
Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Yamamoto Yasushi, mengatakan kemitraan antara Kansei Company, CWP Global, dan CNEFP yang dimulai pada 2023 merupakan contoh nyata kerja sama Jepang dan Timor-Leste dalam membangun masa depan melalui pengembangan sumber daya manusia dan transfer teknologi.
Menurutnya, Jepang memiliki pengalaman dan teknologi kelas dunia di bidang penyediaan air bersih, jaringan perpipaan, dan sanitasi yang selama ini berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat dan perlindungan lingkungan.
“Penyerahan kendaraan dan peralatan hari ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi merupakan investasi bagi orang-orang yang akan mengoperasikan dan memeliharanya, serta bagi sistem yang akan melayani masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Yamamoto juga memperkenalkan filosofi Jepang “En no shita no chikara mochi”, yang menggambarkan orang-orang yang bekerja di balik layar namun memiliki peran penting bagi masyarakat.
Ia menilai filosofi tersebut mencerminkan dedikasi para pekerja sanitasi, teknisi, pelatih, dan petugas pemeliharaan yang menjadi tulang punggung pelayanan publik meskipun kontribusi mereka sering tidak terlihat.
Selain mendukung sektor sanitasi, Yamamoto mengatakan CWP Global bersama Kansei Company juga telah mengembangkan berbagai program sosial, termasuk menghadirkan perpustakaan keliling dari Jepang untuk meningkatkan minat baca anak-anak serta mendirikan Cross Factory yang memproduksi aksesori berbentuk salib oleh tenaga kerja Timor-Leste dengan standar kualitas Jepang.
Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah dibangun sejak 2023. Sebelumnya, CNEFP Tibar telah menerima dua unit truk vakum bertekanan tinggi dari Kansei Company dan CWP untuk mendukung pelatihan pengelolaan air limbah dan sanitasi. Hingga kini, sejumlah instruktur dan peserta pelatihan Timor-Leste juga telah mengikuti pelatihan teknis di Jepang sebagai bagian dari penguatan kapasitas nasional di sektor tersebut.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




