iklan

EKONOMI, HEADLINE

Pemerintah luncurkan drone pertanian : Transformasi sistem pertanian menuju modern

Pemerintah luncurkan drone pertanian : Transformasi sistem pertanian menuju modern

Pemerintah Timor-Leste melalui MAPPF bekerja sama dengan PT. Petrosida Gresik, Surabaya, Indonesia, meluncurkan Drone DJI T50 yang digunakan untuk penyemprotan pada pestisida dan pupuk cair di lahan pertanian. Foto TATOLI/ Sergio da Cruz

BOBONARO, 07 Juli 2026 (TATOLI) –  Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan (MAPPF) bekerja sama dengan PT. Petrosida Gresik, Surabaya, Indonesia, meluncurkan demonstrasi perdana penggunaan Drone DJI T50 untuk penyemprotan pada pestisida dan pupuk cair di lahan pertanian di Halekou, Desa Ritabou, Pos Administratif Maliana, Kotamadya Bobonaro.

Peluncuran teknologi pertanian modern tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Konstitusional IX untuk mentransformasi sistem pertanian dari metode tradisional menuju pertanian modern guna meningkatkan produktivitas dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan, Marcos da Cruz, mengatakan penggunaan drone pertanian akan membantu para petani mengurangi biaya operasional, menghemat waktu kerja, serta meningkatkan efisiensi dalam penyemprotan pestisida dan pemupukan.

“Selama ini petani masih menggunakan alat semprot manual yang dipikul di punggung dan menyebarkan pupuk secara tradisional di sawah. Dengan teknologi ini pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien. Pemerintah menghadirkan peralatan modern untuk memodernisasi sektor pertanian di Timor-Leste,” kata Marcos.

Ia menjelaskan bahwa Bobonaro merupakan salah satu kotamadya  yang menghadapi tantangan dalam pengendalian hama sehingga pemerintah menghadirkan drone sebagai solusi untuk membantu petani.

Marcos juga mengajak para petani mempelajari dan memanfaatkan teknologi tersebut.

Menurutnya, apabila penggunaan drone terbukti efektif dan para petani telah menguasai pengoperasiannya, pemerintah akan mempertimbangkan pengadaan unit tambahan untuk mendukung peningkatan produksi pertanian, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional, termasuk Program Makan Bergizi di sekolah.

Sementara itu, Operator Drone dari PT Petrosida Gresik, Ramandita, menjelaskan bahwa Drone DJI T50 memiliki kapasitas tangki 40 liter yang mampu melakukan penyemprotan satu hektar lahan dalam sekali pengisian.

“Drone ini mampu mengerjakan sekitar 10 hingga 15 hektar per hari. Selain untuk penyemprotan pestisida, drone juga dapat digunakan untuk penyebaran pupuk serta mendukung sektor perikanan dengan menebarkan pakan ikan secara merata di kolam,” ujarnya.

Menurut Ramandita, salah satu keunggulan utama drone tersebut adalah kecepatan kerja. Untuk lahan seluas satu hektar, proses penyemprotan hanya membutuhkan sekitar 10 menit.

” Sistem penerbangan berlangsung secara otomatis sehingga drone dapat menyelesaikan penyemprotan dan kembali ke titik awal tanpa dikendalikan secara terus-menerus oleh operator,” ujarnya.

Peluncuran Drone DJI T50 yang digunakan untuk penyemprotan pada pestisida dan pupuk cair di lahan pertanian. Foto TATOLI/ Sergio da Cruz

Selain itu, Sekretaris Otoritas Kotamadya Bobonaro Bidang Perencanaan, Semedo Laco Costa, menyambut baik peluncuran teknologi tersebut. Ia mengatakan pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkenalkan berbagai mesin pertanian modern kepada masyarakat.

“Sebelumnya pemerintah telah memperkenalkan traktor tangan dan traktor pembajak sawah. Hari ini kita menyaksikan pengenalan drone pertanian. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengubah sistem pertanian dari tradisional menjadi modern” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Halekou, Domingos Costantino, mengapresiasi dukungan pemerintah dalam menyediakan berbagai peralatan pertanian modern bagi para petani.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan mesin-mesin pertanian, mulai dari traktor hingga drone. Selama bertahun-tahun kami bekerja secara tradisional, tetapi ke depan kami berharap dapat bertani dengan teknologi modern sehingga pekerjaan menjadi lebih ringan dan hasil produksi meningkat. Kami berharap pemerintah terus menambah bantuan drone pertanian bagi para petani,” ujarnya.

Dua unit Drone DJI T50 dengan nilai investasi sekitar US$40.000, atau sekitar US$20.000 per unit, sebagai langkah awal mempercepat modernisasi sektor pertanian di Timor-Leste.

Reporter : Sergio da Cruz

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!