iklan

HEADLINE, PENDIDIKAN

Proyek Perpustakaan Nasional Timor-Leste senilai US$11,73 juta memasuki tahap konstruksi

Proyek Perpustakaan Nasional Timor-Leste senilai US$11,73 juta memasuki tahap konstruksi

Perdana Menteri Xanana Gusmao, didampingi oleh anggota pemerintah dan korps diplomatik, meluncurkan pembangunan proyek Perpustakaan Nasional Timor-Leste di Dili pada 06 Juli 2026. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 06 Juli 2026 (TATOLI) – Proyek pembangunan Perpustakaan Nasional Timor-Leste senilai US$11,73 juta resmi memasuki tahap konstruksi setelah melalui proses panjang perencanaan, pengembangan desain dan tender hingga penetapan CGCOC-ASUC Joint Venture sebagai kontraktor pelaksana.

Ketua Otoritas Nasional Perminyakan (ANP), Gualdino da Silva, mengatakan berdasarkan keputusan Komite Pengarah Proyek pada 07 November 2025, ANP mengumumkan hasil tender pada 11 November 2025 dengan menetapkan CGCOC-ASUC Joint Venture sebagai pemenang.

“CGCOC-ASUC JV terpilih sebagai pemenang tender Proyek Perpustakaan Nasional dengan total nilai kontrak sebesar US$11.733.697,96,” kata Gualdino dalam sambutannya pada peluncuran pembangunan Perpustakaan Nasional di Bairro Pite, Dili, Senin ini.

ANP kemudian menandatangani kontrak pembangunan dengan CGCOC-ASUC JV pada 19 Desember 2025 yang disaksikan perwakilan lembaga terkait.

Kontraktor menerima Notice to Proceed pada 05 Januari 2026 dan segera memulai detailed engineering design serta berbagai kegiatan persiapan proyek.

Gualdino mengatakan peluncuran pembangunan Perpustakaan Nasional menjadi hasil dari perjalanan panjang yang melibatkan berbagai institusi dan pemangku kepentingan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses tersebut, mulai dari penyediaan lahan, pengembangan dan penyelesaian desain hingga pelaksanaan proses tender.

Menurutnya, kerja sama dan komitmen berbagai pihak akhirnya membawa proyek tersebut memasuki tahap pembangunan fisik untuk mewujudkan Perpustakaan Nasional Timor-Leste.

Sementara itu, Managing Director Eni Australia Limited, Emanuele Calviello, mengatakan Eni telah hadir dan beroperasi di Timor-Leste sejak 2005 atau selama lebih dari 20 tahun.

Selama periode tersebut, Eni menjalankan kegiatan eksplorasi hingga produksi minyak dan gas serta berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya alam Timor-Leste.

Namun, menurutnya, keberadaan Eni di Timor-Leste tidak hanya berkaitan dengan kegiatan bisnis dan pengembangan sumber daya alam.

Perusahaan tersebut juga membangun hubungan dengan Pemerintah Timor-Leste serta mempelajari kebudayaan, sejarah dan tradisi masyarakat di negara tempat perusahaan beroperasi.

“Selama 20 tahun ini, kami tidak hanya mengembangkan sumber daya alam negara ini, tetapi juga memiliki kehormatan dan kesempatan untuk bekerja dengan otoritas Timor-Leste serta memahami kebudayaan, sejarah dan tradisi negara ini,” katanya.

Emanuele Calviello menjelaskan Perpustakaan Nasional merupakan bagian dari Kitan Development Plan yang didukung Eni bersama mitra joint venture.

Menurutnya, Eni menjalankan pendekatan yang disebut “Dual Flag Model”, yaitu tidak hanya berfokus pada kegiatan bisnis, tetapi juga berdiri berdampingan dan membangun kemitraan jangka panjang dengan negara tempat perusahaan beroperasi.

Pendekatan tersebut bertujuan mendorong pembangunan berkelanjutan dari aspek bisnis, kemanusiaan dan lingkungan serta memastikan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Emanuele Calviello mengatakan Eni menyadari kegiatan perusahaan dilakukan di lingkungan yang rapuh dan sensitif sehingga perusahaan berupaya meminimalkan dampak terhadap bentang alam dan lingkungan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Dalam sambutannya, Ia juga menceritakan pengalaman masa kecilnya ketika seorang pastor mengajarkannya tentang arti kebudayaan.

Menurutnya, seseorang dapat pergi ke sekolah, membaca banyak buku dan memperoleh berbagai pengetahuan, tetapi seiring berjalannya waktu sebagian informasi tersebut dapat terlupakan.

Namun, sesuatu yang akan tetap melekat pada seseorang adalah kebudayaan.

Karena itu, Emanuele Calviello berharap Perpustakaan Nasional Timor-Leste tidak hanya menjadi tempat untuk menyimpan buku dan menyediakan akses terhadap berbagai sumber informasi, tetapi berkembang menjadi “rumah kebudayaan” bagi masyarakat.

“Yang benar-benar saya harapkan adalah Perpustakaan Nasional ini menjadi rumah kebudayaan, tempat kebudayaan negara ini dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia mengaku bangga Eni bersama mitra joint venture dapat mendukung pendanaan pembangunan Perpustakaan Nasional dan membantu mewujudkan fasilitas tersebut sebagai pusat kebudayaan Timor-Leste.

Emanuele Calviello juga mengapresiasi Pemerintah Timor-Leste dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung perjalanan panjang proyek tersebut.

Menurutnya, proyek Perpustakaan Nasional telah menghadapi berbagai tantangan selama lebih dari satu dekade, termasuk pandemi COVID-19, persoalan lokasi pembangunan dan perubahan strategi kontrak.

“Namun, hari ini kita berada di sini untuk memastikan Perpustakaan Nasional menjadi kenyataan dan berdiri untuk generasi Timor-Leste di masa depan sebagai rumah kebudayaan negara ini,” katanya.

Pembangunan Perpustakaan Nasional menjadi salah satu bentuk kontribusi investasi sektor perminyakan terhadap pembangunan jangka panjang Timor-Leste, khususnya dalam mendukung pendidikan, pelestarian pengetahuan dan pengembangan kebudayaan nasional.

Reporter  : Cidalia Fátima     

Editor   : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!