iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

PM Xanana dan Presiden Putin bertemu, bahas peluang kerja sama di masa depan

PM Xanana dan Presiden Putin bertemu, bahas peluang kerja sama di masa depan

Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, bertemu Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin di sela-sela KTT Rusia-ASEAN di Kazan, Rusia. Foto GPM

DILI, 19 Juni 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, bertemu Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin di sela-sela KTT Rusia-ASEAN di Kazan, Rusia, pada 19 Juni 2026. Dalam pertemuan Presiden Rusia dan PM Xanana menyoroti peluang kerja sama yang saling menguntungkan antara dua negara di berbagai  bidang penting.

Pertemuan bilateral tersebut mencerminkan keinginan bersama untuk memperdalam hubungan diplomatik antara Timor-Leste dan Federasi Rusia serta mencari peluang konkret demi kesejahteraan rakyat kedua negara.

Berdasarkan Portal Resmi Kepresidenan Federasi Rusia Kremlin.ru menyebutkan bahwa, dalam pertemuan itu Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan pernyataan senang menyambut Timor-Leste di Rusia, Kazan.

“Saya sangat senang menyambut Anda (Timor-Leste) di Rusia dan di Kazan. Ini adalah kunjungan pertama Anda ke Rusia, dan bertepatan dengan perayaan peringatan 35 tahun hubungan Rusia–ASEAN. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Timor-Leste atas keanggotaan penuhnya di ASEAN. Tidak diragukan lagi bahwa keanggotaan ini akan membantu memperkuat posisi internasional negara Anda,” kata Presiden Vladimir Putin dalam pertemuan bilateral itu.

Dikatakan, Rusia memandang Timor-Leste sebagai mitra yang menjanjikan di kawasan Asia-Pasifik.  “Tahun depan, kita akan memperingati 25 tahun hubungan diplomatik – hubungan tersebut terjalin pada hari negara Anda (Timor-Leste) secara resmi merestaurasikan kemerdekaannya. Rusia memberikan kontribusi proaktif pada program bantuan internasional untuk Timor-Leste, melalui Program Pangan Dunia, dan juga mengirimkan personel sipil dan kepolisiannya untuk berpartisipasi dalam Misi Dukungan PBB untuk Timor-Leste dan Misi Terpadu PBB di Timor-Leste. Kami tahu bahwa Anda memainkan peran utama dan penting dalam membentuk kenegaraan Timor-Leste dan mengambil bagian aktif dalam gerakan kemerdekaan Timor-Leste,” kata Kepala Negara Rusia itu.

Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, bertemu Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin di sela-sela KTT Rusia-ASEAN di Kazan, Rusia. Foto GPM

“Pada tahap ini, kedua negara kita telah mengembangkan dialog politik yang konstruktif, dan kita akan melakukan segala upaya untuk lebih memfasilitasi proses ini. Kementerian luar negeri kita juga telah menjalin kontak. Fakta bahwa delegasi dari Timor-Leste ikut serta dalam Forum Keamanan Internasional pertama di Wilayah Moskow sangat bermanfaat, dan kami menegaskan kembali komitmen kami untuk lebih berkolaborasi dalam format ini di masa mendatang,” katanya.

Dikatakan, Rusia juga tertarik untuk menjalin kemitraan di berbagai sektor, terutama di bidang energi, pertambangan, dan pariwisata. Dilanjutkan bahwa, Rusia  percaya bahwa ada potensi untuk memperluas perdagangan dua negara, yang sejauh ini masih relatif terbatas. Rusia  akan menyambut baik partisipasi yang lebih aktif dari delegasi Timor-Leste dalam acara-acara multilateral di Rusia, terutama forum ekonomi St. Petersburg dan Eropa Timur.

Presiden Vladimir Putin mengatakan, Rusia siap memperluas hubungan kerjasama di bidang kemanusiaan, termasuk di bidang sains, pendidikan, dan pelatihan personel. Secara khusus, Rusia dapat menawarkan kesempatan kepada warga Timor-Leste untuk belajar di universitas-universitas Rusia.

“Saya menyarankan agar kita membahas prospek kerja sama yang saling menguntungkan di semua bidang ini selama pertemuan ini,” paparnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão  memulai dengan mengucapkan terima kasih atas keramahan yang diberikan  selama kunjungan ke Rusia.

“Pertama-tama izinkan saya mengucapkan terima kasih atas keramahan yang diberikan kepada saya dan delegasi saya selama kunjungan kami ke Rusia. Selamat atas keberhasilan KTT peringatan ASEAN-Rusia. Ini adalah kunjungan penting bagi Timor-Leste. Ini adalah pertama kalinya saya datang ke Rusia. Kami belum pernah berpartisipasi dalam KTT peringatan sebelumnya dengan mitra dialog ASEAN kami, tetapi KTT peringatan ASEAN-Rusia ini adalah pertama kalinya Timor-Leste berpartisipasi sebagai anggota penuh ASEAN,” kata Kepala Pemerintah Timor-Leste itu.

Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin. Foto GPM

Dikatakan, Rusia adalah negara dengan sejarah dan signifikansi yang besar. Sejarahnya telah membentuk politik global, urusan internasional, ekonomi global, ilmu pengetahuan, budaya, perang, dan perdamaian. Timor-Leste telah lama mengikuti perkembangan Rusia dengan saksama, karena sejarah dan posisinya di dunia memiliki pengaruh yang jauh melampaui batas-batasnya.

Dilanjutkan, dalam hal politik, Timor-Leste juga memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Uni Soviet dan Federasi Rusia.

“Izinkan saya memulai dengan sedikit sejarah, jika Anda mengizinkan. Negara Anda memiliki sejarah yang membanggakan dalam mendukung perjuangan internasional melawan kolonialisme. Kita tahu itu dari negara-negara CPLP (Komunitas negara-negara berbahasa Portugis) di Afrika, koloni Portugis. Timor-Leste ingat bahwa selama perjuangan kami melawan pendudukan, Uni Soviet mendukung hak kami untuk menentukan nasib sendiri di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Saat ini, Rusia terus mempertahankan hubungan penting di seluruh dunia berkembang,” ungkap PM Xanana.

Ia mengatakan lagi bahwa, Timor-Leste telah berjuang dalam perjuangan yang panjang dan menyakitkan. Timor-Leste dan Indonesia pernah bermusuhan. Presiden Prabowo (Presiden Indonesia) pernah bertugas sebagai jenderal Indonesia di  Timor-Leste. “Beliau sendiri telah berbicara di pertemuan ASEAN tentang sejarah ini. Beliau mengatakan bahwa kita pernah bermusuhan, dan hari ini kita duduk bersama sebagai teman. Ini benar. Saat ini Timor-Leste dan Indonesia adalah teman dekat, tetangga, dan mitra. Kami bekerja sama untuk perdamaian, stabilitas, dan pembangunan bersama. Pengalaman perdamaian dan rekonsiliasi ini adalah pengalaman yang ingin kami bagikan kepada dunia,” jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa, Negara kecil Timor-Leste kini telah menjadi anggota penuh ASEAN. Ini tidak mudah – tidak terlalu sulit, tetapi juga tidak mudah. ​​“Bergabungnya kami ke ASEAN adalah perwujudan aspirasi lama rakyat kami. Kami bergabung dengan ASEAN dengan menghormati prinsip-prinsipnya, termasuk dialog, kerja sama, saling menghormati, penyelesaian sengketa secara damai, dan penghormatan terhadap hukum internasional. Sebagai anggota baru, Timor-Leste ingin berkontribusi pada persatuan ASEAN dan stabilitas kawasan kita,” paparnya.

Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão. Foto GPM

Dalam pertemuan itu juga PM Xanana mengungkapkan bahwa pertemuan   hari ini sangat penting bagi Timor-Leste,  bukan hanya untuk hubungan bilateral antara dua negara, tetapi juga sebagai bagian dari partisipasi Timor-Leste dalam kemitraan ASEAN-Rusia. Rusia telah lama menjadi mitra dialog ASEAN, dan Timor-Leste menyambut baik kerja sama antara ASEAN dan Rusia.

“Timor-Leste adalah negara kecil dan muda. Kita masih dalam tahap pembangunan. Kita masih harus banyak berupaya untuk membangun ekonomi kita, karena kita telah merdeka selama 24 tahun, tetapi secara ekonomi kita masih sangat, sangat bergantung. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk memperkuat institusi kami dan menciptakan peluang bagi rakyat kami. Oleh karena itu, kami menghargai kemitraan kerja sama yang dapat membantu mendukung negara dan kawasan kami. Ini termasuk investasi asing dari Rusia, yang akan sangat kami sambut di negara kami. Kami memiliki masalah kekurangan lapangan kerja, kekurangan sumber daya manusia, dan sangat penting bagi kami untuk mengetahui dalam konferensi ini bahwa Rusia terbuka untuk membantu,” kata PM Xanana.

Timor-Leste juga berharap dapat membuka kedutaan besar di Moskow. “Kami tahu bahwa semua negara ASEAN lainnya memiliki kedutaan besar di Moskow, dan sekarang, karena kami juga menjadi anggota, kami bermaksud untuk membuka kedutaan besar di Rusia di masa mendatang. Timor-Leste juga akan sangat menyambut baik jika Rusia mempertimbangkan untuk membuka kedutaan besar di Dili,” jelas PM Xanana.

Namun, PM Xanana juga menyadari bahwa kementerian luar negeri masing-masing telah memulai diskusi pendahuluan mengenai sejumlah usulan perjanjian bilateral. Saat ini Timor-Leste sedang meninjau usulan perjanjian tersebut, dan berharap dapat membahas dokumen-dokumen ini secara lebih rinci dengan Rusia dalam waktu dekat.

Timor-Leste mendukung penandatanganan perjanjian bilateral dengan Rusia untuk memperdalam kerja sama dan memperkuat hubungan antara kedua negara ini.

Dalam pertemuan itu, PM Xanana juga menyatakan keprihatinan atas meningkatnya tekanan pada tatanan internasional. “ Bapak Presiden, kami juga prihatin dengan meningkatnya tekanan pada tatanan internasional. Ini termasuk situasi di Timur Tengah,” kata PM Xanana.

TATOLI

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!