DILI, 17 Juni 2026 (TATOLI) – Kolaborasi lintas disiplin ilmu yang digagas oleh mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berhasil melahirkan inovasi mutakhir di bidang kesehatan maternitas. Melalui integrasi pemikiran antara mahasiswa S2 Kebidanan dan mahasiswa S1 Teknologi Informasi, tim tersebut sukses merancang sistem “Partograf Digital” yang difungsikan untuk mendukung pemantauan persalinan secara elektronik sekaligus menjadi media pembelajaran klinis modern.
Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan, mahasiswa S2 Kebidanan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta melaksanakan kegiatan praktik dengan topik “Digitalisasi Partograf”. Kegiatan ini dilaksanakan di Instituto Superior Cristal, Dili, Timor-Leste, dengan pembimbing lapangan dan pembimbing akademik.
Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi antara mahasiswa S2 Kebidanan dan mahasiswa S1 Teknologi Informasi, kolaborasi tersebut bertujuan untuk menggabungkan pemahaman kebidanan mengenai partograf dengan kemampuan teknologi informasi dalam merancang media pembelajaran berbasis digital. Melalui kerja sama ini, diharapkan partograf digital dapat menjadi inovasi pembelajaran yang lebih menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa kebidanan.
Langkah ini diproyeksikan menjadi transformasi besar dari partograf konvensional (manual) yang selama ini digunakan oleh tenaga kesehatan menuju pencatatan berbasis data yang lebih akurat, terintegrasi, dan real-time.
Ketua Tim Pengembang Partograf Digital UNISA Yogyakarta, Marilia de Jesus dos Reis menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari kebutuhan krusial akan visualisasi data persalinan yang cepat dan tepat di era digital.
“Inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat dokumentasi digital biasa, melainkan didesain khusus sebagai media pembelajaran interaktif bagi mahasiswa kebidanan. Melalui sistem ini, kami berupaya menggabungkan pemahaman mendalam tentang kebidanan dengan kemampuan teknologi informasi guna menciptakan solusi nyata bagi pelayanan kesehatan modern,” ujar Ketua Tim Pengembang di Díli melalui siaran pers kepada redaksi TATOLI hari ini.

Sistem berbasis web ini dirancang dengan sangat spesifik, termasuk menyesuaikan aspek kultural dan instrumen kesehatan di Timor-Leste. Menu dashboard di dalam sistem digital ini mengadopsi warna hijau dan kuning yang senada dengan Buku KIA/Lisio Timor-Leste, lengkap dengan latar belakang foto buku Lisio T-L guna mempermudah adaptasi para pengguna lokal.
Secara teknis, fitur masukan data (input) dalam sistem digital ini tetap mempertahankan komponen esensial dari partograf manual secara ketat, yang meliputi :
- Kondisi Janin: Pemantauan Denyut Jantung Janin (DJJ) setiap 30 menit, pemantauan warna serta kondisi air ketuban, tingkat penyusupan (molase) kepala janin, hingga visualisasi penurunan kepala janin
- Kemajuan Persalinan: Observasi pembukaan serviks yang dipantau secara berkala setiap 4 jam, serta grafik kontraksi uterus (frekuensi dan durasi) yang diobservasi setiap 30 menit
- Kondisi Ibu dan Medis: Pencatatan pemberian obat-obatan atau cairan infus, tanda-tanda vital ibu (tekanan darah tiap 4 jam, nadi tiap 30 menit, suhu tubuh tiap 2 jam), hingga produksi urine beserta kadar protein dan asetonnya setiap 2–4 jam.
Selain keunggulan dokumentasi real-time, Partograf Digital ini juga dilengkapi dengan fitur proteksi dini berupa alert (peringatan) risiko persalinan. Fitur ini otomatis memberikan peringatan kepada bidan atau mahasiswa jika ditemukan indikasi komplikasi persalinan, sehingga keputusan klinis dapat diambil jauh lebih cepat demi menyelamatkan nyawa ibu dan anak.
Dari sisi akademis, aplikasi ini membuka ruang supervisi baru bagi institusi pendidikan. Melalui manajemen akun yang terstruktur untuk dosen dan mahasiswa, aspek keamanan data dapat dipastikan terjaga dengan baik.
“Melalui sistem ini, dosen kini dapat melakukan supervisi dan evaluasi penggunaan partograf oleh mahasiswa secara jauh lebih efektif dan terpantau. Di sisi lain, mahasiswa kebidanan akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif, menarik, mudah dipahami, serta sangat dekat dengan realitas praktik klinis berbasis teknologi di masa depan,” tambah perwakilan dari Prodi Magister Kebidanan UNISA Yogyakarta.
Kolaborasi apik antara mahasiswa kebidanan dan teknologi informasi ini membuktikan bahwa batas-batasan disiplin ilmu dapat dilebur demi menjawab tantangan global. Ke depan, implementasi teknologi ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih nyata dalam mendukung transformasi pendidikan kebidanan dan mempercepat peningkatan mutu pelayanan maternitas di negara-negara berkembang, khususnya di Timor-Leste.
Untuk diketahui Partograf digital adalah alat bantu berbasis aplikasi (biasanya untuk gawai atau komputer) yang digunakan oleh bidan dan tenaga medis untuk memantau kemajuan persalinan ibu secara otomatis dan komprehensif. Aplikasi ini berfungsi menggantikan pencatatan lembaran kertas partograf manual
Penggunaan partograf digital terbukti lebih efektif meningkatkan kecepatan dan ketepatan pengambilan tindakan medis dibandingkan pencatatan manual.
Tentang UNISA Yogyakarta
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta adalah institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Indonesia yang berkomitmen pada keunggulan akademik, riset inovatif, dan pengabdian masyarakat, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai kesehatan dan kemajuan teknologi untuk kesejahteraan global.
TATOLI




