DILI, 13 Juni 2026 (TATOLI) – Presiden Republik dan Peraih Nobel Perdamaian, Jose Ramos-Horta, Sabtu ini bertolak ke Malaysia. Kunjungan Kepala Negara itu dijadwalkan akan menghadiri acara peluncuran buku baru tentang Timor-Leste yang berjudul, ‘The Rising Sun: Timor-Leste’s Journey to Peace and Development’, karya Dr. Murni Nor.
Kepala Negara dan delegasi bertolak dari Dili, Timor-Leste menggunakan pesawat Aero Dili dan akan berada di Malaysia selama selama lima hari terhitung 13 – 17 Juni.
Berdasarkan agenda, yang diakses TATOLI, pada tanggal 14 Juni, Presiden Republik, José Ramos-Horta, akan bertemu dengan Helen Todd, ibu dari Kamal Bamadhaj, untuk membahas persiapan penyerahan penghargaan “Orden de Timor-Leste” kepada Kamal.
Kamal adalah salah satu warga negara asing yang juga berkontribusi pada perjuangan Timor-Leste untuk menentukan nasib sendiri. Akibat keterlibatannya dalam perjuangan Timor, ia tewas dibunuh oleh militer Indonesia dalam Pembantaian Santa Cruz pada 12 November 1991. Karena ia telah meninggal dunia, sesuai rencana Presiden Republik akan menyerahkan medali penghargaan kepada ibunya sebagai simbol representasi putranya.
Selanjutnya pada pada tanggal 15 Juni, Kepala Negara akan bertemu dengan Chin Wei di Hotel W. Setelah itu, Presiden Ramos-Horta dan delegasi akan langsung mengunjungi Universitas Taylor, di Subang Selangor. Dimana, pada kesempatan ini, Kepala Negara akan mengadakan dialog bertemakan “A change world, enduring values”.
Sementara itu, pada tanggal 16 Juni, Presiden Republik, José Ramos-Horta akan melakukan pertemuan kehormatan dengan Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim, di kediaman, Istana Pemerintah Putrajaya.
Setelah pertemuan dengan Kepala Pemerintah Malaysia, Presiden Republik Timor-Leste dan delegasi akan berpartisipasi dalam acara peluncuran buku baru tentang Timor-Leste yang berjudul, ‘The Rising Sun: Timor-Leste’s Journey to Peace and Development’, karya Dr. Murni Nor di Hotel Hilton, Kuala Lumpur. Pada kesempatan itu, Presiden Republik Timor-Leste akan menyampaikan pidato utama dengan tema, ‘Navigating Turbulent Times, Pursuing Peace’. Pidato ini dilakukan atas permintaan Dato’ Zainol Rahim Zainuddin, Direktur Jenderal Institut Diplomasi dan Hubungan Luar Negeri (IDFR), Kementerian Luar Negeri Malaysia.
Kepala Negara dan delegasi akan tiba kembali di tanah air, Timor-Leste pada 17 Juni 2026.
Tim TATOLI




