DILI, 29 Mei 2026 (TATOLI)— Presiden Republik dan Peraih Nobel Perdamaian, Jose Ramos-Horta, Jumat ini bertolak ke Singapura untuk berpartisipasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Asia ke-23, yang dikenal sebagai Dialog Shangri-La ke -23 yang diselenggarakan oleh IISS (International Institute for Strategic Studies).
Dalam siaran pers dari Istana Kepresidenan Republik, yang diakses Tatoli, menyebutkan bahwa Kepala Negara akan berada di Singapura pada 29 hingga 30 Mei 2026.
Konferensi tingkat tinggi tersebut diakui sebagai forum utama untuk dialog pertahanan dan keamanan di kawasan Asia-Pasifik, yang mempertemukan pejabat pemerintah senior, menteri pertahanan, dan pakar keamanan dari seluruh dunia untuk membahas tantangan keamanan regional dan internasional yang penting.
Pada tanggal 29 Mei, Presiden Ramos-Horta akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Vietnam, To Lam, dengan tujuan memperkuat hubungan diplomatik dan menjajaki bidang kerja sama bersama.
Sementara pada, tanggal 30 Mei, Presiden Ramos-Horta akan menghadiri pembukaan Sidang Pleno KTT Keamanan Asia ke-23. Sesi pleno akan membahas topik-topik terkait strategi AS (Amerika Serikat) untuk perdamaian di Indo-Pasifik, prioritas dalam perubahan lanskap strategis di Asia, ancaman keamanan maritim di Asia, pertemuan lintas wilayah, serta sesi khusus yang membahas manajemen ancaman terhadap stabilitas strategis, peningkatan keamanan pesisir di Asia, dan pembangunan ketahanan industri pertahanan.
Presiden Ramos-Horta akan menyampaikan Pidato Khusus tentang mediasi dan resolusi konflik di dunia yang terpecah belah saat ini, berbagi pengalaman pribadinya dalam upaya mempertemukan pihak-pihak yang berkonflik untuk menyelesaikan konflik.
Dimana, pidato tersebut akan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dimoderatori oleh Sir John Chipman KCMG, Ketua Eksekutif International Institute for Strategic Studies (IISS).
“Timor-Leste datang bukan hanya untuk belajar tetapi juga untuk berkontribusi dan terinspirasi oleh perjalanan kami sendiri dari konflik menuju perdamaian, pembelaan demokrasi, dan transformasi bangsa. Saya merasa terhormat untuk kembali ke Dialog Shangri-La IISS untuk menyampaikan Pidato Khusus tentang mediasi konflik di dunia kita yang terpecah belah, dan untuk debat tentang masa depan strategis Asia,” demikian pernyataan Presiden Ramos-Horta.
Dilain pihak, pada tanggal 30 Mei, Presiden juga akan bertemu dengan Yang Mulia Florian Hahn, Menteri Negara di Kantor Luar Negeri Federal Republik Jerman, untuk memperdalam hubungan bilateral antara Timor-Leste dan Jerman. Timor-Leste menyatakan dukungannya terhadap pencalonan Jerman untuk kursi tidak tetap di Dewan Keamanan PBB, sementara Jerman mendukung persiapan Timor-Leste untuk kepresidenan ASEAN pada tahun 2029.
Pada tanggal 31 Mei juga, Presiden Ramos-Horta akan bertemu dengan Richard Lloyd Parry, Editor Asia untuk The Times dan The Sunday Times, diikuti dengan pertemuan dengan Zach Du Chao dan Hong Nguyen Suong dari The Victory Group.
Pada sore harinya, Presiden Ramos-Horta dijadwalkan akan bertolak dari Singapura menuju Jakarta, Indonesia. Di mana Kepala Negara akan menyampaikan kuliah kepemimpinan keempatnya di Sekolah Pemerintah ERIA (ERIA School of Government) pada tanggal 02 Juni, sebelum kembali ke tanah air, Dili pada tanggal 03 Juni 2026.
Dialog Shangri-La adalah KTT keamanan antarpemerintah (Track One) tahunan terbesar di kawasan Asia-Pasifik yang diselenggarakan oleh lembaga pemikir independen, International Institute for Strategic Studies (IISS). Forum ini secara rutin diadakan di Hotel Shangri-La, Singapura, dan mempertemukan para menteri pertahanan, kepala militer, diplomat, serta pakar keamanan dari puluhan negara.
TATOLI




