DILI, 28 Mei 2026 (TATOLI)— Bank Pembangunan Asia (ADB) menegaskan kembali komitmennya terhadap diversifikasi ekonomi, mendukung keanggotaan Timor-Leste dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), serta memperkuat sektor pertanian negara ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur ADB untuk Timor-Leste, Stefania Dina, usai melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, di Istana Kepresidenan di Dili, Kamis ini.
Pertemuan yang dilakukan dengan Presiden Republik juga merupakan pertemuan perpisahan. Dimana, Stefania Dina akan segera mengakhiri masa jabatannya sebagai Direktur ADB untuk Timor-Leste yang diembannya selama tiga tahun di Timor-Leste.
Menurutnya, dalam pertemuan ada beberapa topik strategis dibahas, termasuk integrasi Timor-Leste ke dalam blok regional, pembangunan ekonomi nasional, pertanian berkelanjutan, rantai nilai, dan gizi.
Dijelaskan, bahwa ADB mendukung Timor-Leste dalam proses aksesi ke ASEAN melalui bantuan teknis, pelatihan khusus, dukungan keuangan, dan penyusunan perjanjian ekonomi dan perdagangan.
“Mendukung aksesi Timor-Leste ke ASEAN telah menjadi salah satu tujuan utama pekerjaan kami, dan kami percaya hal itu akan membawa perubahan besar bagi negara ini. Dukungan yang diberikan sangat beragam, mulai dari pelatihan praktis tentang negosiasi perdagangan hingga penyusunan peta jalan dan analisis pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Stefania Dina juga menekankan bahwa, selain bergabung dengan ASEAN, ADB akan terus mendukung negara ini dalam menciptakan kondisi agar dapat sepenuhnya memperoleh manfaat dari integrasi regional.
Dalam pertemuan dengan Presiden Ramos-Horta dan Perwakilan ADB juga membahas perlunya diversifikasi ekonomi Timor -Leste untuk mengurangi ketergantungannya pada minyak dan gas. Ia menjelaskan bahwa organisasi tersebut telah berkolaborasi dengan Pemerintah dalam memperkuat sektor-sektor seperti pertanian, pariwisata, dan ekonomi digital, dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Ia juga menyatakan kepuasannya bahwa Pemerintah sedang meninjau Anggaran Negara untuk menanggapi krisis energi global saat ini dan melindungi kelompok yang paling rentan.
Di sektor pertanian, Stefania Dina mengakui bahwa Timor-Leste menghadapi tantangan signifikan terkait dengan tingginya biaya transportasi produk pertanian, yang menghambat akses produsen ke pasar. “Dalam banyak kasus, petani tidak dapat menjual produk mereka karena biaya transportasi terlalu mahal,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa akan terus memantau Timor-Leste dalam peran barunya, khususnya di bidang yang berkaitan dengan pertanian berkelanjutan dan pembangunan pedesaan.
Stefania Dina juga menyoroti potensi kopi Timor-Leste dan menganjurkan investasi yang lebih besar untuk meningkatkan nilai tambah produk tersebut, guna meningkatkan pendapatan keluarga petani kopi.
Ketika ditanya tentang pendanaan yang diberikan oleh ADB selama masa jabatannya, Stefania Dina mengungkapkan bahwa pinjaman lunak senilai total US$75 juta disetujui untuk proyek-proyek yang berkaitan dengan konektivitas jalan dan transportasi.
Selain itu, ADB memberikan sekitar US$10 juta dalam bentuk hibah dan bantuan teknis kepada sektor transportasi, pertanian, dan perlindungan sosial.
Di antara proyek-proyek utama yang didukung oleh ADB di Timor-Leste, Stefania Dina menyoroti pengembangan infrastruktur strategis, termasuk bandara, proyek energi surya di Manatuto, dan peningkatan konektivitas jalan.
Ia juga menyoroti perluasan dukungan ADB ke bidang-bidang baru, seperti perlindungan sosial dan gizi, melalui program-program yang diimplementasikan dalam kemitraan dengan Kementerian Solidaritas Sosial dan Inklusi.
Tim TATOLI




