iklan

HEADLINE, PIDATO KENEGARAAN

Presiden Ramos – Horta soroti prestasi pendidikan Timor-Leste di tingkat internasional

Presiden Ramos – Horta soroti prestasi pendidikan Timor-Leste di tingkat internasional

Presiden Republik, José Ramos-Horta, bersama tamu negara dan Perdana Menteri, Xanana Gusmão dalam peringatan ke-24 HUT Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste, Selasa (20/05), di Tasitolu - Dili. Foto Tatoli/Antonio Daciparu

DILI, 20 Mei 2026 (TATOLI) — Presiden Republik, José Ramos-Horta, menegaskan bahwa kualitas pendidikan di Timor-Leste terus menunjukkan kemajuan nyata melalui berbagai pencapaian internasional yang diraih siswa, guru, dan institusi pendidikan nasional.

Dalam pidatonya pada peringatan ke-24 HUT Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste, Selasa (20/05), di Tasitolu – Dili, Kepala Negara mengatakan bahwa perdebatan mengenai kualitas pendidikan di Timor-Leste sering kali dilakukan tanpa didukung data objektif maupun indikator internasional yang dapat dibandingkan.

Menurutnya, penilaian terhadap kualitas pendidikan seharusnya melihat hasil konkret yang telah dicapai pelajar dan tenaga pendidik Timor-Leste di tingkat internasional.

“Hasil ini menunjukkan kemampuan yang sedang berkembang dan peningkatan kualitas pendidikan di Timor-Leste,” ujar Ramos-Horta.

Presiden Republik mencontohkan keberhasilan Timor-Leste pada ajang International Creativity and Innovation Award (ICIA) 2026 – Global Round di Kamboja pada April 2026, yang mempertemukan peserta dari 27 negara dengan dukungan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).

Dalam kompetisi tersebut, sekolah negeri dan swasta dari berbagai kotamadya di Timor-Leste berhasil meraih sejumlah penghargaan, termasuk Grand Award dalam proyek inovasi ilmiah dan lingkungan.

Selain itu, medali perak dan perunggu juga diraih dalam bidang bioplastik, daur ulang, dan solusi berkelanjutan, baik melalui format tatap muka maupun daring.

Ramos-Horta mengatakan bahwa para guru Timor-Leste juga memperoleh pengakuan internasional melalui berbagai penghargaan dan pencapaian dalam peringkat global keunggulan pedagogis.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah kasus terisolasi. Dalam beberapa tahun terakhir, Timor-Leste juga menunjukkan kemajuan di bidang olahraga, pendidikan dan kompetisi akademik internasional.

Presiden Ramos-Horta menyoroti pencapaian atlet Timor-Leste pada Pesta Olahraga CPLP 2025, khususnya di cabang taekwondo dan karate, serta keberhasilan program beasiswa prestasi akademik yang memungkinkan ratusan pemuda Timor-Leste melanjutkan studi di luar negeri.

Menurutnya, sekolah-sekolah nasional dan internasional di Timor-Leste juga terus berpartisipasi dalam kompetisi matematika internasional dengan hasil yang membanggakan.

Dalam pidatonya, Ramos-Horta turut menyoroti kontribusi Sekolah CAFE (Centro de Aprendizagem e Formação Escolar)  yang merupakan program kerja sama pendidikan antara Timor-Leste dan Portugal yang kini hadir di seluruh kotamadya dan RAEOA (Daerah Administratif Spesial Oecusse Ambeno).

Program tersebut melibatkan 132 guru Portugis dari Institut Camões, I.P., yang bekerja bersama 462 guru Timor-Leste dan memberikan manfaat kepada lebih dari 12 ribu siswa.

Selain itu, Presiden Republik juga menyebut Sekolah Portugis Díli sebagai contoh penting kerja sama pendidikan yang saat ini menampung sekitar 1.400 siswa, sebagian besar berasal dari Timor-Leste.

Ramos-Horta mengatakan bahwa saat ini terdapat 17 sekolah internasional di Timor-Leste dengan total sekitar 4.399 siswa yang berkontribusi dalam pengembangan bahasa Portugis, Mandarin, Indonesia, dan Inggris.

Meski demikian, Presiden Ramos-Horta mengakui bahwa tantangan struktural dalam sistem pendidikan nasional masih tetap ada.

Namun ia menegaskan bahwa fokus utama ke depan bukan lagi mempertanyakan apakah pendidikan Timor-Leste “baik” atau “buruk”, melainkan bagaimana memperluas pusat-pusat kualitas pendidikan yang sudah ada agar inovasi dan prestasi menjadi standar nasional.

“Oleh karena itu, pertanyaannya seharusnya bukan hanya apakah pendidikan di Timor-Leste ‘baik’ atau ‘buruk,’ tetapi bagaimana cara mengonsolidasi dan memperluas pusat-pusat kualitas yang ada,” tegas Ramos-Horta.

Ramos-Horta tegaskan pendidikan dan budaya jadi pilar masa depan Timor-Leste

Selain itu, Presiden José Ramos-Horta, juga menegaskan bahwa pendidikan, pemuda, budaya, dan olahraga harus menjadi pusat pembangunan masa depan Timor-Leste melalui kepresidenan yang lebih terbuka, inklusif, dan dekat dengan masyarakat.

Dalam pidatonya, Presiden Republk mengatakan bahwa sejak awal masa jabatannya, Kepresidenan Republik tidak hanya menjalankan fungsi kelembagaan, tetapi juga berperan sebagai kekuatan moral dalam mempromosikan budaya, pendidikan kewarganegaraan, ilmu pengetahuan, dan olahraga.

Ramos-Horta juga memberikan penghargaan terhadap kontribusi Gereja Katolik dalam bidang pendidikan, kesehatan, pelatihan kewarganegaraan, dan pelayanan sosial bagi masyarakat Timor-Leste.

Menurutnya, kontribusi tersebut terlihat melalui pelayanan kesehatan, bantuan sosial, dukungan bagi masyarakat miskin, dan upaya mengatasi kerawanan pangan yang dijalankan berbagai lembaga gereja, termasuk Caritas Keuskupan serta sekolah teknik-profesional Salesian di Komoro, Maliana, dan Fatumaca.

Presiden Ramos-Horta secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Romo Elígio Locatelli dari Kongregasi Salesian atas dedikasinya dalam pembinaan kaum muda dan pembangunan manusia di Timor-Leste.

Ia juga menyebut Pastor João Felgueiras yang akan berusia 105 tahun pada 9 Juni mendatang sebagai sosok yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan Kristen, pendidikan, dan amal.

Selain Gereja Katolik, Ramos-Horta turut mengapresiasi kontribusi komunitas Islam, Gereja Protestan, serta warga asing yang bekerja sebagai teknisi, tenaga bantuan, dan buruh dalam pembangunan Timor-Leste.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik juga mengumumkan bahwa Timor-Leste berhasil memperoleh pendanaan dari Uni Emirat Arab untuk pembangunan asrama modern bagi mahasiswi dari keluarga kurang mampu.

Bangunan yang ditargetkan selesai pada 2027 itu akan dibangun di dekat Istana Kepresidenan dan menggunakan energi surya, sistem pengolahan air hujan, serta daur ulang limbah sebagai contoh ekonomi sirkular.

Kepala Negara juga menyoroti berbagai kegiatan budaya dan pendidikan yang telah dikembangkan Kepresidenan Republik sejak 2022 hingga 2025 melalui Unit Pendukung Seni & Budaya dan Pendidikan serta Unit Pendukung Masyarakat Sipil.

Menurutnya, program Istana Terbuka telah menerima lebih dari 600 pengunjung antara April 2025 hingga April 2026, sementara berbagai festival budaya dan ilmiah terus menarik puluhan ribu peserta di seluruh negeri.

Festival Ataúro diikuti lebih dari 15 ribu peserta dan Festival Rabilau melampaui 25 ribu pengunjung. Selain itu, konser musik klasik, promosi seniman muda, dan sirkus keliling di Dili berhasil menarik sekitar 50 ribu penonton.

Presiden Republik mengatakan bahwa program budaya seperti “Glimpses of Timorese Culture” dan Dili International Film Festival (DIIIFKids) yang melibatkan lebih dari 200 ribu peserta turut memperkuat apresiasi budaya dan pendidikan masyarakat.

Di bidang olahraga, Ramos-Horta menyoroti penyelenggaraan Maraton Internasional Dili, peluncuran kembali Tour de Timor, serta pertumbuhan program Natal ba Povu yang meningkat dari 4 ribu peserta pada 2022 menjadi lebih dari 10 ribu peserta pada 2025.

Untuk tahun 2026, Presiden Republik mengatakan Kepresidenan Republik akan melanjutkan berbagai inisiatif melalui “Science for Development Summit”, “Presidential Laureate Initiative”, DIM EXPO 2026, dan penyelenggaraan Maraton Internasional Dili ke-10 yang diperkirakan melibatkan ribuan peserta dari lebih 30 negara.

“Oleh karena itu, kami menegaskan sebuah Kepresidenan yang mudah diakses, terbuka dan mampu memobilisasi, dengan menempatkan pendidikan, pemuda dan budaya sebagai pusat masa depan kolektif Timor-Leste,” kata Ramos-Horta.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!