DILI, 18 Mei 2026 (TATOLI)— Wakil Presiden Eksekutif Woodside, Julie Fallon, bertemu Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, untuk memberikan informasi terbaru terkait perkembangan pelaksanaan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Timor-Leste (TL) untuk proyek Gas Alam Cair Timor-Leste (TLNG – Timor-Leste Liquefied Natural Gas) dan jaringan pipa dengan pengembangan ladang Greater Sunrise.
Ia mengatakan, diskusi hari ini membahas perkembangan perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani tahun lalu antara perusahaan Woodside Energy dan Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral (MPRM).
“Mengenai Greater Sunrise di bagian teknis, pekerjaan berjalan dengan baik antara staf teknis Woodside dan staf teknis Kementerian Perminyakan. Sejauh yang saya tahu, sudah ada tender publik yang disiapkan untuk survei dan hal-hal lain yang perlu dilakukan,” kata Wakil Presiden Julie Fallon kepada wartawan usai pertemuan yang dilakukan di kantor Pemerintah, Senin ini.
Dia juga mengatakan, selama pertemuan tersebut Perdana Menteri masih meminta agar proyek ini dipercepat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Pada tahun 2025, Pemerintah melalui rapat luar biasa Dewan Menteri (KTT), memutuskan untuk memberikan wewenang penuh kepada Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro, mewakili Pemerintah Timor-Leste, menandatangani perjanjian kerja sama dengan Woodside Energy, Ltd untuk proyek TLNG dan pengembangan ladang gas Greater Sunrise.
Kesepakatan ini sejalan dengan upaya strategis Pemerintah untuk meningkatkan nilai sumber daya alam nasional, sesuai dengan Rencana Pembangunan Strategis (PKP) 2011-2030.
Dan, ini menunjukkan langkah penting menuju penilaian teknis, komersial, dan regulasi bersama untuk unit TLNG masa depan di wilayah Timor-Leste. Negosiasi sedang dilakukan oleh MPRM dengan Woodside Energy, yang memiliki sebagian dari ladang Greater Sunrise.
Woodside Energy saat ini menjadi bagian dari konsorsium Greater Sunrise dengan kepemilikan saham sebesar 33,44 persen. Sementara itu, perusahaan nasional TIMOR GAP memegang saham mayoritas sebesar 56,6 persen dan Osaka Gas Australia memiliki 10 persen saham.
Lapangan gas Greater Sunrise yang terdiri dari Sunrise dan Troubadour berada sekitar 150 kilometer di tenggara Timor-Leste dan sekitar 450 kilometer di barat laut Darwin, Australia.
Pemerintah Timor-Leste sebelumnya menyatakan bahwa studi konseptual independen yang dilakukan pada 2024 telah menunjukkan kelayakan pengembangan proyek Greater Sunrise di wilayah Timor-Leste, termasuk pembangunan pipa gas menuju pesisir selatan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional.
Tim TATOLI




