iklan

SOSIAL INKLUSIF

SEFOPE – JICA soroti rencana pembangunan Pusat Pelatihan Bahasa Jepang di Tibar

SEFOPE – JICA soroti rencana pembangunan Pusat Pelatihan Bahasa Jepang di Tibar

Sekretariat Negara SEFOPE, Rogerio Araujo Mendonça didampingi Direktur Jenderal SEFOPE, Carlito Cabral bertemu dengan Perwakilan Negara JICA untuk Timor-Leste, Daisuke Fukumori di Gedung JICA, Dili untuk membahas rencana pembangunan Pusat Pelatihan Bahasa Jepang. Foto SEFOPE

DILI, 05 Mei 2026 (TATOLI)—  Sekretariat Negara untuk Pelatihan Professional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) membahas rencana pembangunan Pusat Pelatihan Bahasa Jepang (Japanese Language Training Center/JLTC) di Tibar (Liquiça).

Dalam siaran pers, untuk membahas rencana itu, Sekretariat Negara SEFOPE, Rogerio Araujo Mendonça didampingi Direktur Jenderal SEFOPE, Carlito Cabral bertemu dengan Perwakilan Negara JICA untuk Timor-Leste, Daisuke Fukumori di Gedung JICA, Dili, Selasa ini.

“Pertemuan ini guna mengeksplorasi kemungkinan pembangunan pusat pelatihan tersebut sekaligus memperkuat unit-unit pelatihan yang sudah ada di Pusat Pelatihan Tibar,” ungkap siaran pers resmi yang diakses TATOLI.

SEFOPE menyampaikan apresiasi atas respons positif JICA yang berencana membentuk tim teknis untuk melakukan studi terhadap usulan pembangunan JLTC, sesuai dengan kriteria dan pedoman kerja sama teknis lembaga tersebut.

Usai pertemuan, penasihat SEFOPE, Ilidio Ximenes da Costa, mendampingi tim JICA melakukan kunjungan lapangan ke Pusat Pelatihan Tibar untuk meninjau langsung lokasi yang direncanakan sebagai tempat pembangunan pusat pelatihan bahasa Jepang.

Dalam catatan SEFOPE, disebutkan bahwa kerja sama bilateral antara pemerintah Timor-Leste dan Jepang selama ini telah berjalan baik, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur. Komitmen tersebut diperkuat melalui pernyataan bersama antara Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida dan Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão pada Desember 2023 di Tokyo.

Selain itu, kedua negara juga telah menandatangani Nota Kesepahaman terkait Program Pelatihan Magang Teknik (Technical Intern Training/TIT) pada Oktober 2024, yang bertujuan mentransfer keterampilan dan teknologi kepada generasi muda Timor-Leste sekaligus membuka peluang kerja di luar negeri.

SEFOPE mencatat hingga saat ini sebanyak 78 warga Timor-Leste telah berada di Jepang, sementara sekitar 22 orang lainnya sedang mengikuti pelatihan bahasa Jepang di Pusat Pelatihan Becora. Permintaan tambahan dari lembaga Jepang juga terus meningkat, dengan rencana penerimaan sekitar 33 peserta baru.

Namun, keterbatasan fasilitas pelatihan menjadi tantangan utama. Saat ini, pelatihan bahasa Jepang masih memanfaatkan ruang kelas di Becora yang dinilai tidak memadai. Upaya sebelumnya untuk membangun pusat pelatihan di Tasi Tolu juga belum membuahkan hasil akibat kendala status lahan.

Sebagai solusi, pihak Pusat Pelatihan Tibar telah menawarkan lahan untuk pembangunan JLTC. SEFOPE pun mengajukan permintaan dukungan kepada JICA untuk membangun fasilitas pelatihan yang mencakup ruang kelas berpendingin udara, laboratorium bahasa, asrama bagi siswa dan pengajar, serta fasilitas pendukung seperti perpustakaan, sistem registrasi, dan koneksi internet.

Selain itu, rencana pembangunan juga mencakup peningkatan fasilitas pelatihan teknis di Tibar, termasuk unit pengelasan, kelistrikan, pertanian, pariwisata, pertukangan, maritim, otomotif, hingga perpipaan, serta dukungan peralatan modern untuk menunjang pelatihan.

SEFOPE juga menekankan pentingnya dukungan tenaga ahli untuk pengembangan informasi pasar tenaga kerja (Labour Market Information/LMI) dan penguatan Sekretariat Strategi Ketenagakerjaan Nasional (SENE).

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, SEFOPE menyatakan optimistis bahwa dengan komitmen kuat dari pemerintah Timor-Leste dan Jepang, pembangunan Pusat Pelatihan Bahasa Jepang di Tibar dapat segera direalisasikan guna meningkatkan kapasitas tenaga kerja nasional dan memperluas akses kerja ke pasar internasional.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!