iklan

EKONOMI

Pemerintah Timor-Leste dan Mitra Joint Venture perdalam pembahasan proyek TLNG

Pemerintah Timor-Leste dan Mitra Joint Venture perdalam pembahasan proyek TLNG

Pemerintah Timor-Leste bersama para mitra Joint Venture Greater Sunrise menyelenggarakan lokakarya yang berlangsung selama tiga hari pada 27 hingga 29 April 2026 di Palm Springs, Fatuhada. Foto Tatoli/Cidalia Fatima

DILI, 29 April 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste bersama para mitra Joint Venture Greater Sunrise memperdalam pembahasan terkait proyek Timor Liquefied Natural Gas (TLNG) melalui lokakarya teknis yang bertujuan mematangkan konsep pengembangan hilir serta mendorong kemajuan menuju keputusan investasi di masa depan.

Lokakarya yang berlangsung selama tiga hari pada 27 hingga 29 April di Palm Springs, Fatuhada, mempertemukan pejabat Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral (MPRM) bersama perwakilan Woodside Energy, Timor GAP, dan Osaka Gas untuk membahas aspek teknis, komersial dan strategis proyek TLNG yang terhubung dengan ladang Greater Sunrise.

Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro, mengatakan lokakarya ini merupakan tindak lanjut dari Timor-Leste LNG Cooperation Agreement (TCA) yang ditandatangani dengan Woodside Energy pada 2025 untuk memperdalam studi pembangunan pipa Greater Sunrise ke Timor-Leste serta pengembangan fasilitas LNG darat di Natarbora.

Menurut Menteri Francisco, seluruh mitra dikumpulkan dalam forum ini guna mengidentifikasi unsur-unsur yang diperlukan untuk mendorong proyek sesuai aspirasi Timor-Leste memproses gas Greater Sunrise di dalam negeri.

“Proses negosiasi berjalan baik dan workshop ini membantu mengidentifikasi sejumlah poin yang perlu diselesaikan bersama untuk menuju tujuan bersama,” kata Menteri Francisco usai membuka workshop tersebut.

Ia menegaskan pembahasan saat ini berfokus pada pengembangan LNG, sementara rencana kilang dan petrokimia masih dibahas sebagai komponen terpisah.

Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro. Foto Tatoli/Cidalia Fatima

Menurutnya, hasil lokakarya ini diharapkan dapat membantu menentukan waktu dimulainya studi kelayakan sebagai tahapan penting sebelum masuk ke implementasi proyek.

Sementara itu, Development Manager Woodside Energy, David Reid mengatakan lokakarya tersebut mencerminkan kerja sama nyata antara Sunrise Joint Venture dan Pemerintah dalam kerangka TCA.

“Kedua pihak tengah bekerja bersama mematangkan konsep TLNG sekaligus mempersiapkan tahapan pengembangan berikutnya,” ucapnya.

Sementara, Ketua Eksekutif Timor GAP, Rui Maria Alves Soares menyatakan Timor GAP berpartisipasi sebagai mitra upstream (hulu) bersama Woodside dan Osaka Gas, sekaligus terlibat dalam diskusi mendukung pembangunan downstream (hilir).

“Setelah lokakarya ini akan menentukan kapan mengambil langkah menuju implementasi dan menjadi bagian dari persiapan menuju Final Investment Decision (FID),” jelas Rui Soares.

Lokakarya ini melanjutkan momentum kerja sama yang dibangun sejak penandatanganan perjanjian pada November 2025 antara MPRM dan Woodside Energy untuk menjalankan studi pematangan teknis dan komersial bagi proyek LNG berbasis Timor berkapasitas sekitar lima juta ton per tahun, termasuk fasilitas gas domestik dan pabrik ekstraksi helium.

Pemerintah sebelumnya menilai proyek TLNG sebagai prioritas strategis untuk memaksimalkan manfaat ekonomi dari Greater Sunrise, dengan produksi LNG pertama diproyeksikan dapat dimulai antara 2032 hingga 2035.

Melalui lokakarya terbaru ini, para pemangku kepentingan menilai proyek TLNG kembali melangkah maju menuju pemilihan konsep final dan implementasi proyek.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!