iklan

KEAMANAN

PM Xanana minta aparat kepolisian investigasi mendalam kasus uang palsu

PM Xanana minta aparat kepolisian investigasi mendalam kasus uang palsu

Foto GPM

DILI, 16 April 2026 (TATOLI)— Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão mengakui Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL) telah  menyita   uang palsu, namun laporan resmi belum diterimanya. Sehingga, PM Xanana  meminta pihak Kepolisian  untuk melakukan investigasi   mendalam terkait kasus tersebut.

“Investigasi harus dilakukan secara mendalam agar kita mengetahui uang ini masuk dari mana. Kita lihat, uang $20 saja bisa kita simpan di saku, tetapi yang hampir $4 juta ini, kemarin saya lihat disimpan dalam kotak kecil, setiap kotak berisi $30 ribu. Jumlahnya sangat banyak. Kita harus mencari tahu uang ini masuk dari mana, jika dari Pelabuhan Tibar, maka   Pelabuhan itu harus bertanggung jawab. Tidak mungkin dibawa  lewat pesawat karena jumlahnya terlalu besar. Ada dua kemungkinan, melalui Pelabuhan Tibar atau melalui jalur darat. Investigasinya harus dilakukan dengan sangat teliti,” kata PM Xanana kepada wartawan setelah bertemu   Presiden Republik José Ramos-Horta di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Bairro Pite, Dili, Kamis ini.

PM Xanana menjelaskan bahwa di Pelabuhan Tibar sendiri sudah ada pemeriksaan, di mana setiap kontainer yang masuk semua isinya  diperiksa ntuk memastikan tidak ada uang palsu yang lolos.

“Tadi sore setelah rapat Dewan Menteri selesai, di media WhatsApp ramai sekali informasi. Saya langsung ke kantor polisi untuk mendengar penjelasan, tetapi laporan resmi dari kepolisian belum sampai pada saya,” ujarnya.

Berita terkait : PNTL sita uang palsu senilai US$4 juta lebih di Bidau

Ia mengatakan bahwa meskipun laporan resmi belum diterima, terdapat informasi awal mengenai seorang yang diduga menggunakan uang palsu untuk berbelanja di sebuah supermarket di Kawasan Pantai Kelapa.

“Laporan awal menyebutkan bahwa seseorang berbelanja di toko Centro Pantai Kelapa menggunakan uang palsu. Pemilik toko kemudian mendeteksinya dan memeriksa CCTV. Orang tersebut terlihat pulang ke rumahnya di Bidau Masaur. Pemilik toko kemudian melaporkan kejadian itu kepada polisi, Bank Sentral, dan Kejaksaan untuk ditindaklanjuti,” kata Xanana.

Kepala Pemerintah itu juga menegaskan bahwa berdasarkan informasi PNTL, uang palsu yang disita di Bidau mencapai hampir $4 juta.

“Kemarin saya ke kantor polisi dan melihat mereka sedang menghitung uang, jumlahnya hampir $4 juta. Saya sudah menyampaikan kepada Presiden Republik, dan Kepala Negara  meminta untuk tidak boleh menoleransi siapa pun yang memproduksi uang palsu, harus ditangkap dan dipenjarakan. Presiden Republik juga mengapresiasi kerja keras kepolisian kita,” ujarnya.

Menurut Xanana, laporan resmi akan ditunggu dan ditelah lebih lanjut untuk mengetahui motif di balik peredaran uang tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan uang palsu kepada pihak berwenang.

Berita terkait : BCTL identifikasi uang koin 200 Centavos palsu yang beredar di pasar nasional

Untuk diketahui, Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL) melalui Direktorat Investigasi Kriminal Nasional (DNSIC) menyita uang palsu sebanyak US$4 juta lebih di sebuah Gudang penyimpanan barang di Bidau, Dili, pada Rabu (15/04).

Kepolisian menyita uang palsu tersebut saat melakukan penggeledahaan berdasarkan surat perintah penggeledahan yang dikeluarkan oleh Kejaksaan. Saat itu, pihak kepolisian mendatangi lokasi sekitar pukul 10.30 waktu setempat dengan dipimpin Kepala Inspektur Polisi João Belo.

Reporter: Hortêncio Sanchez (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor:  Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!