DILI, 10 April 2026 (TATOLI) — Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, YAMAMOTO Yasushi bertemu Menteri Pendidikan, Dulce de Jesus Soares. Dalam pertemuan Dubes Jepang membahas berbagai isu kerja sama perkuat bidang pendidikan di Timor-Leste.
“Dalam pertemuan ini kami membahas tentang isu pendidikan. Saya dubes yang masih baru. Jadi, saya menyampaikan presentasi kepada Menteri Pendidikan terkait pengetahuan Pendidikan yang telah diimplementasikan melalui dukungan pendanaan dari Pemerintah Jepang,” kata Duta Besar Jepang YAMAMOTO kepada wartawan usai pertemuan yang dilakukan di Kantor Kementerian Pendidikan, Vila Verde Dili, Kamis (09/04).
Dubes YAMAMOTO mengatakan, selama pertemuan tersebut, Menteri Pendidikan memberitahukan kepadanya tentang sejumlah kesulitan yang dihadapi sektor pendidikan. “Mulai sekarang saya dapat bekerja lebih banyak dengan Timor-Leste di bidang pendidikan,” tambahnya.
Ia menggarisbawahi, selama ini Pemerintah Jepang telah melakukan pembangunan konstruksi pada 50 sekolah di Timor-Leste.
“Kami juga mengirimkan relawan muda untuk membantu Kementerian Pendidikan mengajar di sekolah-sekolah, khususnya pelajaran matematika dan pendidikan kewarganegaraan. Proyek ini juga akan berlanjut. Selain itu, dalam waktu dekat kami juga akan mendukung program beras untuk Program makan siang sekolah melalui WFP untuk 350 sekolah yang terletak di kotamadya Dili, Lautém, Covalima, dan Aileu dengan total anggaran sebesar US$6.000.000,” kata Duta Besar tersebut.
Pemerintah Jepang juga katanya, menawarkan beasiswa atau program JDS (Japan Development Scholarship) kepada seluruh warga Timor-Leste untuk melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya Pendidikan magister dan bagi pegawai negeri sipil. Namun, Pemerintah Jepang tidak memiliki beasiswa untuk tingkat pendidikan menengah, dan Pemerintah Jepang di Timor-Leste telah berhasil mengirim sekitar 140 warga Timor-Leste untuk belajar di Jepang.
Di tempat yang sama, Menteri Pendidikan Dulce de Jesus Soares, menyampaikan terima kasih kepada Kedutaan Besar Jepang di Timor-Leste atas bantuannya dalam membangun 50 sekolah di Timor-Leste.
“Proses ini berlangsung setiap tahun dan kami telah bekerja sama dengan mereka untuk membangun 50 sekolah di wilayah ini,” katanya.
Tim Tatoli




