DILI, 19 Maret 2026 (TATOLI)– Sebanyak 401 item aset dari Proyek TALENT (Teaching and Learning for the Next Generation of Timorese) resmi dialihkan dari Millennium Challenge Account (MCA) ke Kementerian Pendidikan (ME) Timor-Leste, dalam rangka memastikan kelanjutan dukungan bagi sektor pendidikan menengah dan teknis di negara ini. Total nilai aset yang diserahkan mencapai $349.828,37.
Proyek TALENT, yang merupakan bagian dari kerja sama Pemerintah RDTL dengan Millennium Challenge Corporation (MCC), awalnya diluncurkan pada 19 Juli 2022 dengan anggaran sebesar $40,2 juta, bertujuan meningkatkan kualitas pengajaran, kepemimpinan sekolah, penguasaan bahasa, dan keterampilan TIK bagi guru di seluruh sekolah menengah umum dan teknis-vokasional di Timor-Leste.
Namun, pada November 2025, Pemerintah Amerika Serikat memutuskan menghentikan proyek ini. Untuk menjamin keberlanjutan, aset proyek kemudian dialihkan ke Kementerian Pendidikan agar tetap mendukung pelatihan guru dan kegiatan pendidikan terkait.
Dalam pidatonya, Menteri Pendidikan, Dulce de Jesus Soares menyampaikan perasaan campur aduk atas serah terima ini. Ia menekankan pentingnya aset seperti perabot sekolah, perangkat IT, dan kendaraan untuk menunjang kegiatan pengajaran dan administrasi sekolah.
“Barang-barang ini bukan sekadar hadiah, tetapi alat penting untuk meningkatkan lingkungan belajar, kualitas guru, dan dukungan bagi pendidikan menengah,” kata Dulce Soares.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah AS selama bertahun-tahun, mulai dari pengadaan instrumen seni dan budaya, pelatihan guru Bahasa Inggris, hingga rehabilitasi sekolah oleh Seabees.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan, Terezinha da Sousa menekankan bahwa proyek TALENT tetap menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengembangkan kapasitas guru dan menciptakan pusat unggulan pendidikan menengah, meski proyek MCC dihentikan.
“Ini dapat dimasukan dalam rencana anggaran pemerintah karena guru kita perlu mendapatkan kapasitas yang baik dalam mengajar siswa kita,” ujarnya.
Perwakilan MCC di Timor-Leste, Gigi Goodhart, menambahkan bahwa penghentian proyek ini tidak mengubah komitmen MCC dan Pemerintah AS terhadap Timor-Leste.
“Kami berharap dapat menjalin kerja sama di masa depan dan kembali hadir untuk mendukung pendidikan di negara ini,” ujarnya.
Dalam wawancara dengan MCA-Timor-Leste, Direktur Eksekutif, Constâncio da Conceição Pinto menyampaikan bahwa aset yang diterima Kementerian Pendidikan, termasuk laptop, kendaraan, meja, dan kursi, akan tetap tercatat dalam Aset Negara di bawah pengelolaan Kementerian Keuangan.
“Saya berharap Kementerian dapat memanfaatkan aset dan dokumen yang telah kami siapkan untuk mendukung argumentasi anggaran, terutama karena studi-studi sebelumnya menunjukkan adanya tantangan besar di sektor pendidikan, khususnya di pendidikan menengah, terkait literasi, numerasi, dan pengembangan soft skills. Semua masalah ini telah diidentifikasi secara menyeluruh,” tegasnya.
Aset yang sama juga akan didistribusikan ke Kementerian Pendidikan Tinggi dan BTL (Be’e Timor-Leste), dengan nilai masing-masing $200.000 dan $120.000.
Proyek TALENT menjadi tonggak penting bagi penguatan pendidikan menengah di Timor-Leste, khususnya dalam pengembangan literasi, numerasi, dan soft skills siswa. Dengan transfer aset ini, pemerintah menegaskan komitmen untuk melanjutkan kualitas pendidikan menengah dan teknis, membuka peluang bagi masa depan pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz




