iklan

PENDIDIKAN

Otoritas Bobonaro luncurkan program ‘Merenda Escolar’ tahun ajaran 2026  

Otoritas Bobonaro luncurkan program ‘Merenda Escolar’ tahun ajaran 2026   

Otoritas kotamadya Bobonaro, secara resmi meluncurkan Program ‘Merenda Escolar’ (Program Makan di Sekolah) untuk tahun ajaran 2026. Foto Media PAM Bobonaro

BOBONARO, 02 Maret 2026 (TATOLI) – Ketua Kotamadya Bobonaro, Paulo Moniz Maia, meluncurkan Program ‘Merenda Escolar’ (Makan di Sekolah) untuk Tahun Ajaran 2026.

Peluncuran program tersebut secara simbolis  dilakukan di Sekolah Dasar Katolik Sagrado Coração de Jesus, Ritabou, Daerah Administrasi Maliana, Senin ini.

Dengan peluncuran tersebut akan diimplementasikan program makan di sekolah-sekolah di lima daerah administratif selama 140 hari efektif, dengan anggaran sebesar US$1,7 juta.

Program ini akan mencakup 42 sekolah prasekolah negeri, 137 sekolah dasar negeri dan cabang pusat, sembilan sekolah prasekolah Katolik swasta, serta 16 sekolah dasar Katolik swasta.

“Saya meminta para siswa untuk mengonsumsi makan siang sekolah yang telah disiapkan dan diterima dengan baik oleh masyarakat, agar di masa depan mereka menjadi figur yang baik bagi bangsa Timor-Leste, khususnya Kota Bobonaro,” kata Paulo Moniz dalam peluncuran program tersebut.

Peluncuran Program ‘Merenda Escolar’ (Program Makan di Sekolah) untuk tahun ajaran 2026 di kotamadya Bobonaro. Foto Media PAM Bobonaro

Ia mengatakan bahwa setiap tahun negara menginvestasikan dana yang besar dalam program ini dengan tujuan mengembangkan kemampuan kognitif anak serta meningkatkan pertumbuhan fisik guna mengatasi masalah kekurangan gizi dan stunting.

Ia juga meminta Tim Pengelola Program (EJP) dan para juru masak untuk lebih memprioritaskan produk lokal dalam pelaksanaan program agar asupan gizi siswa dapat meningkat.

“Kita perlu mengonsumsi makanan bergizi seperti sayuran, daging, ikan, kacang-kacangan, dan buah-buahan seperti pisang, apel, jeruk, dan lain-lain. Jika kita makan dan minum dengan baik serta tepat waktu, kita akan memiliki fisik, mental, dan kemampuan berpikir yang baik. Itu yang kita butuhkan, karena anak-anak adalah masa depan negara ini,” katanya.

Jumlah total siswa yang mendapat manfaat dari program ini mencapai 30.178 orang, terdiri atas 2.494 siswa prasekolah negeri, 24.961 siswa pendidikan dasar negeri, 471 siswa prasekolah Katolik swasta, dan 2.252 siswa pendidikan dasar Katolik swasta.

Reporter: Sergio da Cruz (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor :  Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!