iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

MTA minta pengunjung jaga lingkungan lokasi wisata Ramelau

MTA minta pengunjung jaga lingkungan lokasi wisata Ramelau

Umat Katolik berziarah ke gunung Ramelau, untuk melihat langsung dan berdoa di depan Patung Bunda Maria. Foto Tatoli/António Daciparu

DILI, 23 Februari 2026 (TATOLI)— Kementerian Pariwisata dan Lingkungan (MTA –tetun) melalui Direktorat Nasional Pengembangan Pariwisata mengimbau kepada para pengunjung untuk terus menjaga lingkungan di lokasi wisata Patung Bunda Maria atau lebih dikenal Na’in Feto Ramelau.

Direktur Nasional Pengembangan Pariwisata, Luís Imanuel Doutel, meminta pengunjung dan peziarah saat mengunjungi Patung Bunda Maria Ramelau untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Selain itu tidak merusak fasilitas yang sedang dibangun oleh perusahaan, dan tidak membawa minuman beralkohol untuk dikonsumsi di lokasi tersebut, serta tidak menggunakan kendaraan bermotor yang menimbulkan kebisingan di lingkungan sekitar, termasuk mengganggu hewan.

“Pengunjung boleh membawa makanan sendiri, tetapi ketika mengonsumsinya di tempat tersebut harus membuang sampah pada tempatnya, karena Ramelau juga termasuk dalam kawasan lindung Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan melalui Direktorat Kehutanan,” kata Direktur Luís di kantornya, Villa Verde, Senin  ini.

Ia mengatakan, sebagai kawasan lindung, tingkat sensitivitas lingkungannya sangat tinggi dan dapat memengaruhi tumbuhan, tanah, serta fauna yang hidup di Gunung Ramelau.

“Oleh karena itu, ada rencana untuk membangun papan informasi guna membantu memandu pengunjung agar mematuhi aturan, karena papan informasi sebelumnya dibangun dengan kurang baik,” katanya.

Ramelau bukan hanya tempat wisata, tetapi juga tempat suci dan religius yang setiap hari menarik umat untuk berdoa di depan patung Bunda Maria Ramelau.

Pada kesempatan ini, pengunjung Dahlio Pereira mengatakan bahwa menurutnya lokasi wisata Bunda Maria Ramelau bukan hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai tempat suci tempat para peziarah selalu datang untuk berdoa.

“Oleh karena itu, pesan yang disampaikan oleh para pengelola sangat baik agar kita terus menjaga lingkungan tempat suci ini, karena membuang sampah sembarangan akan merusak lanskap dan alam akan marah kepada kita,” katanya.

Ia menambahkan, dengan fasilitas infrastruktur yang disiapkan pemerintah, pengunjung dapat lebih mudah memastikan tempat tersebut terlindungi dari segi lingkungan serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan lokal masyarakat, termasuk negara, karena orang-orang yang mengunjungi tempat tersebut tidak hanya datang pada akhir pekan, tetapi setiap hari.

Untuk diketahui, letak Gunung Ramelau berada dalam cakupan empat wilayah, yakni Kabupaten Ainaru, Hatu-Builico, Ermera (Letefoho), dan Kabupaten Aileu.

Gunung Ramelau memiliki ketinggian 2.967 meter dan merupakan salah satu tempat kunjungan utama Timor-Leste, dimana digunung tersebut terdapat patung Bunda Maria.

Reporter : Alexandra da Costa (Penerjamah: Cidalia Fátima)

Editor    :  Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!