DILI, 23 Februari 2026 (TATOLI) – Direktur Pelayanan Diagnostik dan Terapi, Vidal de Jesus Lopes, menginformasikan bahwa sejak Januari hingga pada 23 Februari 2026 ini di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV) mencatat 824 orang penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari total itu, 14 orang meninggal dunia.
“Dari tanggal 01 Januari hingga 23 Februari ini, HNGV mencatat 824 pasien demam berdarah dan 14 di antaranya meninggal dunia,” kata Vidal Lopes kepada wartawan di ruang HNGV, Senin ini.
Disebutkan bahwa dari total pasien itu, ada 111 pasien DBD yang masih dirawat. Dari jumlah itu yang dirawat di HNGV ada 54 orang dan yang dirawat di Karantina Tasitolu ada 56 orang.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar pasien tersebut berasal dari Kotamadya Dili, Ermera dan Liquisa.
Menurutnya, kasus demam berdarah yang tidak dapat diselamatkan karena kondisinya serius dan bukan hanya demam berdarah tetapi juga mempengaruhi penyakit lain, artinya sudah memasuki fase kompleks, sehingga prosedur pengobatan telah dilakukan tetapi gagal menyelamatkan pasien.
Berita terkait : Kasus DBD : Januari – Februari 2026 terdaftar tujuh anak meninggal dunia
Ia melaporkan, penyebab kematian pasien bukan karena tidak ada obat khusus, tetapi karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.
Dikatakan, biasanya kasus demam berdarah tidak memiliki obat khusus, tetapi hanya dapat dilakukan secara intensif untuk mengelola pengobatan primer melalui terapi suportif untuk mengurangi gejala, mencegah dehidrasi, dan bagaimana menangani komplikasinya seperti pemberian parasetamol dan lainnya termasuk istirahat yang cukup.
“Satu hal yang perlu diperhatikan adalah, demam berdarah tidak diobati dengan obat khusus, pengobatannya bersifat simtomatik, manajemen flu. Pada penyakit lain, kita bisa melakukan pengobatan spesifik. Pengobatan simtomatik hanya dengan manajemen flu. Perlu transfusi trombosit atau plasma, jika ada indikasi,” katanya.
Mengenai ruang di HNGV, belum ada perubahan signifikan, oleh karena itu, karantina Tasi-Tolu tetap digunakan sebagai alternatif, karena hingga saat ini pasien demam berdarah terus meningkat.
“Saat ini kami masih bisa mengatur kapasitas, karena seperti yang Anda tahu, HNGV sedang menghadapi masalah kekurangan ruang untuk menampung pasien, sehingga kami masih bisa menggunakan tempat Karantina Tasi-Tolu,” katanya.
Reporter : Felicidade Ximenes (Penerjemah : Armandina Moniz)
Editor : Cancio Ximenes




