DILI, 05 Februari 2026 (TATOLI) — Direktur Pelayanan Diagnostik dan Terapi, Vidal de Jesus Lopes, menginformasikan bahwa sejak Januari hingga awal Februari 2026, ini terdaftar tujuh anak meninggal dunia di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV) akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).
“Dari tanggal 01 Januari hingga 05 Februari 2026, Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV) mencatat 478 pasien demam berdarah. Dari jumlah tersebut, tujuh orang meninggal dunia, 101 pasien dirawat di rumah sakit untuk pengobatan, dan 370 pasien dipulangkan, karena telah sembuh” kata Vidal di tempatnya, Kamis ini.
Ia menjelaskan, tidak semua pasien menerima perawatan di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares, karena sebagian pasien dipindahkan ke Rumah Sakit Karantina Sementara Tasi Tolu dan Rumah Sakit António Carvalho Lahane.
“Saat ini, hanya 10 pasien yang menjalani perawatan di Tasi Tolu, sehingga tempat tidur masih tersedia. Pasien yang dirujuk ke Unit Karantina Tasi Tolu merupakan kasus demam berdarah ringan, sementara seluruh kasus demam berdarah berat dirawat di HNGV,” ujarnya.
Ia mengatakan, kasus rujukan dari pusat kesehatan di Dili cukup banyak, seperti Pusat Kesehatan Formosa, Becora, Comoro, dan Vera Cruz. Selain itu, rujukan juga datang dari kotamadya Likisá dan Ermera.
Namun, lanjutnya, pimpinan HNGV telah menginformasikan kepada kepala pusat kesehatan agar kasus demam berdarah ringan dirawat di fasilitas masing-masing, sedangkan kasus demam berdarah berat harus dirujuk ke HNGV.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan, antara lain dengan membersihkan saluran air di atap rumah dan kebun, serta memastikan tempat sampah tertutup dan diletakkan pada tempatnya guna mencegah berkembangnya nyamuk yang dapat menggigit anak-anak.
Reporter : Felicidade Ximenes (Penerjemah: Cidalia Fátima)
Editor : Armandina Moniz




