DILI, 16 Februari 2026 (TATOLI) – Paus Leo XIV menyerukan doa bagi para korban dan keluarga yang terdampak dua siklon dahsyat yang melanda Madagaskar dalam waktu berdekatan, menyebabkan puluhan orang meninggal dunia dan ribuan lainnya mengungsi.
Dalam Vatican News yang diakses Tatoli pada 15 Februari 2026, bahwa setelah memimpin doa Angelus, Paus Leo XIV mengungkapkan kedekatannya dengan rakyat Madagaskar yang tengah menderita akibat dampak siklon beruntun tersebut.
“Saya berdoa untuk para korban dan keluarga mereka, dan untuk semua orang yang telah menderita kerusakan serius,” ujar Paus.
Musim siklon di kawasan Samudra Hindia bagian barat daya tahun ini dilaporkan sangat intens. Pemerintah Madagaskar telah menyatakan status darurat nasional dan mengajukan permohonan bantuan internasional setelah diterjang Siklon Tropis Gezani dan Fytia.
Dikutip dari BERNAMA, siklon tropis Gezani mendarat pada 10 Februari 2026 di dekat kota pelabuhan Toamasina, kota terbesar kedua di negara itu.
Siklon tersebut dikategorikan sebagai Siklon Tropis Kategori 3 dengan kecepatan angin konstan antara 180–195 kilometer per jam dan embusan mencapai 250 kilometer per jam.
Hingga pembaruan terakhir pada 15 Februari 2026, otoritas nasional melaporkan sedikitnya 43 orang meninggal dunia, 427 orang luka-luka, dan enam orang masih dinyatakan hilang.
Lebih dari 357.000 rumah dilaporkan hancur dan sekitar 42.000 bangunan lainnya mengalami kerusakan. Sekitar 16.428 orang terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.
Wilayah yang paling parah terdampak adalah Toamasina (Atsinanana), dengan sekitar 75 persen infrastruktur dan perumahan dilaporkan rusak atau hancur. Daerah lain yang mengalami dampak berat meliputi Analamanga, Analanjirofo, Alaotra-Mangoro, dan Betsiboka.
Selain itu, sekitar 600 ruang kelas dilaporkan hancur, sementara banjir melanda sejumlah komunitas di sepanjang sungai-sungai utama.
Pada 11 Februari 2026, pemerintah Madagaskar secara resmi mengeluarkan dekrit yang menyatakan negara dalam status bencana nasional guna mengerahkan sumber daya untuk penanganan darurat.
Pemerintah juga meluncurkan seruan bantuan internasional karena skala kehancuran dinilai melampaui kapasitas nasional.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui dana darurat CERF mengaktifkan bantuan awal sebesar US$ 3 juta. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) telah mengirimkan tim ke lapangan.
Swiss turut mengirimkan tim ahli di bidang air dan sanitasi serta bantuan material senilai hingga satu juta franc Swiss. Otoritas setempat dengan dukungan PBB juga mendistribusikan sekitar 800 metrik ton beras bagi masyarakat terdampak.
Situasi diperparah karena sebelumnya Madagaskar juga dilanda Siklon Tropis Fytia pada 31 Januari 2026, yang menewaskan tujuh orang dan mempengaruhi lebih dari 54.000 orang. Bencana beruntun ini semakin melemahkan kapasitas pemulihan masyarakat.
Sementara itu, sistem Gezani dilaporkan telah bergerak meninggalkan daratan utama Madagaskar menuju Selat Mozambik, namun terdapat potensi sistem tersebut menguat kembali dan mengancam wilayah pesisir Mozambik atau berbelok kembali ke barat daya Madagaskar.
Otoritas setempat dan mitra kemanusiaan terus melakukan penilaian di lapangan, dan angka korban maupun kerusakan masih dapat berubah seiring perkembangan situasi.
Di tengah tragedi tersebut, seruan doa Paus Leo XIV menjadi bentuk solidaritas moral bagi rakyat Madagaskar, sekaligus mengajak komunitas internasional untuk terus memberikan dukungan bagi para korban yang membutuhkan bantuan mendesak.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




