iklan

KESEHATAN, HEADLINE

Perwakilan WHO bertemu Wakil PM Assanami bahas kasus DBD yang terus meningkat

Perwakilan WHO bertemu Wakil PM Assanami bahas kasus DBD yang terus meningkat

Perwakilan WHO di Timor-Leste, Arvind Mathur bertemu Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Sosial, Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Masyarakat, Mariano Assanami Sabino di Kantor Pemerintah, Senin (09/02). Foto Media Wakil PM

DILI, 09 Februari 2026 (TATOLI) — Perwakilan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), bertemu Wakil Perdana Menteri (PM) dan  Menteri Koordinator Sosial, Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Masyarakat, Mariano Assanami Sabino untuk membahas kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terus meningkat di Timor-Leste.

“Tujuan pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri untuk membahas situasi kesehatan di Timor-Leste, khususnya penyakit demam berdarah yang terus meningkat tajam. Timor-Leste telah menjalin kemitraan teknis untuk menanggapi penyakit ini,” kata   Arvind Mathur, kepada wartawan usai pertemuan yang dilakukan di kantor pemerintah, Dili, Senin ini.

Namun, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat yang sangat terinformasi ketika terjangkit penyakit tersebut hingga ke puskesmas untuk mendeteksi dan mencegah demam berdarah, karena saat ini kasus ringan lebih banyak dibandingkan kasus sedang dan berat.

“Petugas kesehatan terus menangani kasus sedang untuk menghindari angka kematian,” katanya.

Sebelumnya, katanya, WHO dan negara-negara anggota juga telah memfasilitasi pelatihan pada Desember 2025 dengan tujuan untuk mengurangi kasus demam berdarah, serta promosi informatif kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, selain itu mereka akan meluncurkan kemitraan penelitian bersama tentang demam berdarah.

“Saya meminta semua orang untuk berkontribusi dalam pencegahan demam berdarah, tidak hanya Kementerian Kesehatan tetapi juga bekerja sama dengan kementerian terkait lain untuk mengurangi kasus demam berdarah di Timor-Leste,” katanya.

Selain itu, ia menginformasikan bahwa Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan mengadakan pertemuan regional komite WHO di kawasan Asia Tenggara pada bulan September mendatang, di mana Kementerian Kesehatan dari 10 negara akan datang ke Timor-Leste untuk membahas isu-isu kesehatan dan juga membicarakan tentang hukum dan sistem keamanan pangan.

Sebelumnya, pada 05 Februari 2026 lalu, Direktur Pelayanan Diagnostik dan Terapi, Vidal de Jesus Lopes, menginformasikan bahwa sejak Januari hingga awal Februari 2026, ini terdaftar tujuh anak meninggal dunia di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV) akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Dari tanggal 01 Januari hingga 05 Februari 2026, Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV) mencatat 478 pasien demam berdarah. Dari jumlah tersebut, tujuh orang meninggal dunia, 101 pasien dirawat di rumah sakit untuk pengobatan, dan 370 pasien dipulangkan, karena telah sembuh” kata Vidal.

Untuk diketahui bahwa Demam berdarah adalah penyakit infeksi akibat virus  yang menular melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini menimbulkan gejala demam tinggi, sakit kepala, serta nyeri tulang dan otot. Jika tidak ditangani dengan tepat, demam berdarah berisiko mengancam nyawa.

Gejala Demam Berdarah

Demam pada DBD umumnya berlangsung selama 3 hari. Demam bisa mencapai suhu 39−40°C dan sulit turun walaupun pasien telah mengonsumsi obat penurun panas.

Selain demam, ada beberapa gejala lain yang dapat menyertainya, yaitu:

  • Lemas
  • Sakit kepala hebat
  • Nyeri di bagian belakang mata
  • Sakit otot dan sendi
  • Hilang nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Ruam kemerahan yang timbul atau tidak timbul

Selanjutnya, demam akan turun dan pasien merasa lebih baik. Namun, pada fase ini, trombosit justru sedang turun drastis dan terjadi kebocoran pada pembuluh darah. Akibatnya, pasien berisiko mengalami perdarahan dan syok karena pembuluh darah kehilangan banyak cairan.

Fase setelah demam turun merupakan fase kritis sehingga pasien harus diawasi secara ketat. Tanda bahaya yang perlu diawasi pada fase ini antara lain :

  • Nyeri perut yang berat
  • Muntah-muntah tidak kunjung berhenti
  • Lemas setelah sudah merasa membaik
  • Gelisah
  • Gusi berdarah atau mimisan
  • Muntah berdarah
  • Buang air besar berdarah
  • Jantung berdebar
  • Napas cepat
  • Kulit dingin, pucat, dan basah

Jadi, segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda mendadak demam tinggi disertai gejala awal demam berdarah lainnya. Segera ke dokter jika mengalami tanda-tanda bahaya seperti yang telah disebutkan di atas.

Reporter  : Alexandra da Costa (Penerjemah : Armandina Moniz)

Editor       : Cancio Ximenes

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!