DILI, 09 Februari 2026 (TATOLI)—Kementerian Solidaritas Sosial dan Inklusi (MSSI) melalui Institut Nasional Jaminan Sosial dan Dana Cadangan Jaminan Sosial (INSS-FRSS), bersama mitra sosial dan para ahli menggelar dialog terbuka mengenai investasi Dana Jaminan Sosial.
“Meskipun kita berkontribusi pada jaminan sosial, dana yang terkumpul perlu dikelola secara optimal melalui investasi. Oleh karena itu, kami mengundang para ahli dari China, Thailand, dan Filipina untuk berbagi pengalaman tentang Dana Jaminan Sosial, sehingga kita memiliki gambaran yang jelas sebelum memutuskan berinvestasi di pasar internasional,” kata Ketua INSS, Zeferino da Costa Bobo, dalam sambutannya pada dialog terbuka mengenai investasi Dana Jaminan Sosial yang digelar Pusat Konvensi Dili (CCD), Senin ini.
Ketua INSS mengatakan dialog tersebut diselenggarakan selama dua hari, pada 09 – 10 Februari, guna membahas isu-isu kunci terkait masa depan jaminan sosial di Timor-Leste.
“Dialog terbuka antara Pemerintah, mitra sosial, dan para ahli sangat penting untuk memperkuat kapasitas respons kita serta memastikan jaminan sosial menjadi pilar stabilitas dan inklusi di Timor-Leste, dengan badan hukum yang memiliki otonomi administratif, keuangan, dan patrimonial, di bawah pengawasan anggota Pemerintah yang bertanggung jawab di bidang jaminan sosial,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa keberlanjutan jaminan sosial bukan hanya persoalan teknis atau keuangan, tetapi juga persoalan etika dan politik. Hal ini memerlukan keterlibatan seluruh masyarakat, pembangunan konsensus, serta komitmen terhadap keadilan sosial dan kohesi antargenerasi. Dana Cadangan Jaminan Sosial (FRSS) harus menjadi instrumen yang melayani kesetaraan, inklusi, dan pembangunan manusia.
Hingga saat ini, Dana Cadangan Jaminan Sosial telah mencapai nilai sebesar 380 juta dolar AS, yang berasal dari kontribusi 86.164 pekerja sektor publik dan 91.178 pekerja sektor swasta di Timor-Leste.
Di tempat yang sama, Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão menyampaikan apresiasi atas kehadiran para ahli yang berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pengelolaan investasi Dana Cadangan Jaminan Sosial.
“Saya mengapresiasi para tamu, khususnya mereka yang datang dari jauh, yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai isu ini, pada saat yang sangat menentukan bagi masa depan sistem jaminan sosial Timor-Leste, terutama dalam konteks kerentanan mendalam yang masih dihadapi rakyat kita,” kata PM Xanana.
Ia menekankan pentingnya pembangunan sistem jaminan sosial yang kuat guna melindungi para lansia, perempuan dan laki-laki, penyandang disabilitas, serta individu dan keluarga yang hidup dalam situasi kerentanan.
“Dukungan ini merupakan instrumen penting rekonsiliasi dan rekonstruksi nasional, yang memungkinkan kita bergerak maju secara bertahap untuk mengurangi ketidakadilan, pengucilan, ketidaksetaraan, dan kemiskinan yang pernah menjadi ciri masyarakat kita. Jaminan sosial, yang didirikan pada 2020 dan mulai beroperasi pada 2023, juga melibatkan dana ini dalam kegiatan investasi di pasar keuangan internasional sebagai tonggak struktural dalam pengembangan sistem jaminan sosial serta pembangunan ekonomi dan kelembagaan Timor-Leste,” jelasnya.
Kepala Pemerintahan menggarisbawahi bahwa langkah ini merupakan penegasan sebuah bangsa yang berpikir, merasakan, dan menabung secara kolektif.
“Dana ini memperkuat keberlanjutan keuangan sistem, menghasilkan pendapatan tambahan melalui investasi yang bijaksana, serta berkontribusi pada stabilitas ekonomi dan sosial, sehingga melindungi rakyat kita, terutama mereka yang paling rentan—agar tidak terbebani dengan kontribusi atau tingkat pajak yang lebih tinggi di masa depan,” katanya.
Dana cadangan juga berperan penting dalam mengubah kekayaan sementara menjadi aset keuangan yang berkelanjutan, mengurangi volatilitas ekonomi, dan memperkuat ketahanan negara.
“Semua ini membutuhkan model tata kelola yang baik, transparansi, dan ketelitian tinggi dalam pengelolaan Dana Cadangan. Hanya dengan cara ini kita dapat mengonsolidasikan kredibilitas lembaga dan memperkuat kepercayaan rakyat Timor-Leste terhadap Sistem Jaminan Sosial, sekaligus menjamin keamanan dan martabat yang lebih besar bagi generasi mendatang,” ujarnya.
PM Xanana menambahkan bahwa diskusi selama dua hari tersebut diharapkan berkontribusi pada pembentukan model nasional yang bermanfaat bagi masa depan Timor-Leste, sehingga tidak ada warga negara yang tertinggal.
“Dana Cadangan Jaminan Sosial bukan sekadar mekanisme keuangan—ini adalah bukti nyata solidaritas, ketahanan, dan visi kita untuk membangun bangsa yang kuat dan adil. Kita bangkit dari pendudukan selama 24 tahun untuk membangun sistem kontribusi ini, yang melindungi ibu, ayah, lansia, dan keluarga rentan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa para pekerja saat ini berkontribusi pada jaminan sosial yang membiayai pensiun dan tunjangan saat ini, sementara Dana Cadangan menjamin ketersediaan sumber daya di masa depan ketika jumlah lansia meningkat.
“Kita harus memastikan ketersediaan sumber daya yang cukup bagi semua orang. Inilah respons kita terhadap penuaan penduduk dan tantangan pasar tenaga kerja: menciptakan lapangan kerja yang layak, memperluas kepesertaan sistem kontribusi, serta mengubah surplus menjadi investasi cerdas yang dikelola secara independen dan profesional,” pungkasnya.
Reporter : Osória Marques (Penerjamah: Cidalia Fátima)
Editor : Armandina Moniz




