iklan

EKONOMI

Tahap awal RSE, Timor-Leste kirim 10 tenaga kerja ke Selandia Baru

Tahap awal RSE, Timor-Leste kirim 10 tenaga kerja ke Selandia Baru

Sepuluh tenaga kerja Timor-Leste dalam acara pelepasan sebelum bertolak ke Selandia Baru untuk bekerja. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 04 Februari 2026 (TATOLI) — Sekretariat Negara untuk Pelatihan Professional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE) dan Kedutaan Besar Selandia Baru di Timor-Leste hari ini mengumumkan pada tahap awal program Recognized Seasonal Employer (RSE), segera memberangkatkan 10 tenaga kerja Timor-Leste untuk bekerja di Selandia Baru.

Sekretaris Negara untuk Pelatihan Professional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE), Rogério Araújo Mendonça, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Selandia Baru atas dukungan dalam pelaksanaan program dengan durasi kerja antara tujuh hingga sembilan bulan.

“Peristiwa ini menandai langkah penting bagi Timor-Leste, menunjukkan harapan bagi kaum muda melalui kebijakan Pemerintah untuk mengurangi pengangguran. Pada 2009, SEFOPE menjalin MoU dengan Pemerintah Korea, dan pada 2025 Timor-Leste mendapat kesempatan menandatangani MoU dengan Selandia Baru,” ujar Rogério di City8, Rabu ini.

Berita terkait : SEFOPE : Selandia Baru akan rekrut tenaga kerja TL

Ia juga menekankan agar para pekerja memanfaatkan kesempatan ini dengan penuh tanggung jawab, sehingga di masa depan dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi pemuda Timor-Leste.

“Atas nama SEFOPE, saya mengucapkan semoga sukses. Anda bukan hanya individu, tetapi mewakili identitas Timor-Leste,” tambahnya.

Sementara Duta Besar Selandia Baru untuk Timor-Leste, Helen Tunah, mengatakan bahwa tahap awal program RSE ini menjadi momen penting bagi kedua negara.

“Pemerintah kami menyetujui program mobilitas tenaga kerja ini untuk mendukung setiap negara. Sistem ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat Timor-Leste sekaligus mengembangkan keterampilan kerja,” jelas Tunah.

Salah satu pekerja, Marcos da Costa Dias, menyampaikan rasa senangnya mendapatkan kesempatan tersebut melalui upaya Pemerintah.

“Saya akan bekerja dengan penuh tanggung jawab dan mematuhi peraturan di Selandia Baru, serta berusaha keras demi pembangunan nasional dan keluarga,” ujarnya.

Kesepuluh pekerja tersebut dijadwalkan berangkat ke Selandia Baru pada 06 Februari 2026. Selain itu SEFOPE mengumumkan program rekrutmen pekerja Timor-Leste melalui RSE Selandia Baru, dengan target 25.000 pekerja.

Program ini tidak hanya terbuka untuk warga Timor-Leste, tetapi juga mencakup negara lain di kawasan Asia-Pasifik. Proses rekrutmen baru dijadwalkan berlangsung dari Maret hingga September 2026.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!