DILI, 03 Februari 2026 (TATOLI)–Dana Infrastruktur (KAFI) tahun 2026 menargetkan lima prioritas utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Timor-Leste, yakni jalan, air dan sanitasi, listrik, kesehatan, dan pendidikan.
Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis sekaligus Ketua Dewan Direksi KAFI, Gastão de Sousa, mengatakan anggaran tahun ini mencapai US$301.677.849, yang dialokasikan untuk 30 program pembangunan di seluruh negeri.
Gastão de Sousa menjelaskan bahwa fokus pembangunan kesehatan dan pendidikan saat ini diperkuat dengan survei data infrastruktur di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil. Survei ini bertujuan mengetahui kebutuhan fasilitas kesehatan dan sekolah yang memadai, termasuk akses air, listrik, dan tempat tinggal bagi personel yang mengelolanya.
“Baru-baru ini kami mendampingi Perdana Menteri Xanana ke Oekusi dan menemukan beberapa daerah terpencil tidak memiliki pos kesehatan. Dengan survei ini, kami bisa merencanakan pembangunan fasilitas yang benar-benar mendukung masyarakat,” kata Gastão de Sousa kepada TATOLI secara esklusif di kantornya, Senin ini.
Berita terkait : Penggunaan 75% APBN 2024, KAFI siapkan lebih dari 700 proyek pada 2025
Selain itu, KAFI juga menekankan dukungan untuk infrastruktur keamanan. Tahun lalu, dana ini digunakan untuk meningkatkan kantor polisi di perbatasan dan memperkuat pos polisi di Iliomar, Lautein, Uatukarabau, Uatulari, dan Vikeke di Dili.
Di bidang air dan sanitasi, pemerintah tengah membahas pendanaan pinjaman untuk memperluas sistem penyediaan air bersih di kotamadya yang mengalami keterbatasan. Sistem baru sudah diluncurkan di Lautein dan Manufahi, dengan pinjaman sekitar $32 juta.
Pembangunan listrik dan jalan juga terus berlanjut. Perusahaan Listrik Timor-Leste masih menyelesaikan penyediaan listrik ke beberapa desa, sementara pembangunan jalan dari Glenu ke Letefoho sudah dimulai.
“Kami terus melanjutkan rencana prioritas ini agar semua program infrastruktur benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkas Gastão de Sousa.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Julia Chatarina




