DILI, 27 Januari 2026 (TATOLI) – Pemerintah Jepang melalui Kedutaan Besarnya di Timor-Leste, Selasa ini, menandatangani kesepakatan dengan Organisasi Non-Pemerintah asal Jepang, Pacific Asia Resource Center (PARCIC), terkait pelaksanaan proyek “Peningkatan Kapasitas Sekolah Teknik Pertanian di Timor-Leste yang Berfokus pada Wilayah Timur”.
Penandatanganan kontrak tersebut berlangsung di Kedutaan Besar Jepang di Dili dan dilakukan langsung oleh Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, YAMAMOTO Yasushi, bersama Perwakilan PARCIC, Junko Ito.
Acara ini disaksikan oleh Direktur Jenderal Kopi dan Tanaman Industri, Martinho Laurentino Soares, Ketua Otoritas Kotamadya Baucau, Veneranda Lemos Martins, Direktur Jenderal Sekolah Teknik Kementerian Pendidikan, Deolindo da Cruz.
Proyek ini didanai melalui skema “Proyek Bantuan Hibah untuk LSM Jepang” dari Pemerintah Jepang dengan total anggaran sebesar USD$340.000.
Berita terkait : Junko Ito : PARCIC bantu promosikan produk lokal TL pada pasar internasional
Perwakilan PARCIC, Junko Ito, menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk mengembangkan sumber daya kaum muda sebagai kekuatan pendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan, khususnya di sektor pertanian yang dinilai sebagai salah satu industri kunci di Timor-Leste.
Ia menuturkan, proyek ini dirancang karena melihat banyaknya kaum muda lulusan sekolah menengah teknik pertanian negeri maupun pusat pelatihan pertanian swasta yang belum dapat menerapkan pengetahuan mereka secara optimal dalam praktik, terutama untuk mendukung revitalisasi ekonomi di wilayah pedesaan.
Menurutnya, produktivitas pertanian saat ini masih tergolong rendah akibat sistem pengelolaan ilmiah yang belum memadai, seperti analisis tanah dan diagnosis hama. Selain itu, pendidikan di sekolah teknik pertanian masih lebih menitikberatkan pada teori budidaya, sementara peluang kerja bagi pemuda yang kembali dari migrasi tenaga kerja ke luar negeri juga masih terbatas.
“Melalui proyek ini, akan dibangun laboratorium sederhana, penyediaan layanan analisis ilmiah bagi petani di komunitas, pengembangan metode pemanfaatan sumber daya regional, serta pelatihan dasar bisnis terkait produksi dan pemasaran,” ujar Junko Ito.
Ia menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah timur serta memperkuat aspirasi kewirausahaan pertanian di kalangan pelajar sekolah teknik pertanian.
Junko Ito menambahkan bahwa proyek ini akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan sekolah atau pusat teknik pertanian swasta di wilayah timur Timor-Leste guna mendukung pengembangan kapasitas pelatih, guru, dan siswa agar lebih aktif di sektor pertanian.
Berita terkait : PARCIC bantu tingkatkan kualitas kopi TL
Proyek tersebut berjalan dengan durasi dua tahun, yakni 2026–2028. Pada tahun pertama, kegiatan akan dilaksanakan di Pusat Pengembangan Komunitas (CDC) di Kotamadya Baucau, sedangkan pada tahun kedua di Sekolah Menengah Teknik dan Kejuruan Pertanian Fuiloro, Kotamadya Lautem.
Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, YAMAMOTO Yasushi, mengatakan bahwa proyek peningkatan kapasitas sekolah teknik pertanian ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Jepang dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan sektor pertanian di Timor-Leste, baik melalui JICA, organisasi internasional, maupun LSM Jepang seperti PARCIC.
“Sektor pertanian telah diidentifikasi sebagai pilar penting dalam Rencana Pembangunan Strategis Timor-Leste 2011–2030, dengan tujuan mentransformasi pertanian dari subsisten menjadi produksi komersial melalui penerapan teknologi modern, peralatan, dan penelitian,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Kedutaan Besar Jepang dan JICA turut berperan sebagai ko-ketua bersama Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam forum harmonisasi sektor pertanian. Jepang juga mendukung proyek peningkatan kopi dan agroforestri CALIP yang diimplementasikan oleh ADB, serta program Agri-Net JICA untuk mendorong pertanian berkelanjutan dan pembangunan pedesaan.
Dilain pihak, Direktur Jenderal Sekolah Teknik Kementerian Pendidikan, Deolindo da Cruz, menyatakan bahwa proyek ini merupakan langkah penting bagi masa depan pendidikan teknik di Timor-Leste.
“Atas nama Kementerian Pendidikan, kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Pemerintah dan rakyat Jepang atas dukungan konsisten yang menjadi pilar pembangunan di Timor-Leste,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi PARCIC yang sejak 2002 telah bekerja bersama komunitas pedesaan, mulai dari petani kopi di Maubisse hingga kelompok perempuan di Aileu dan Ainaru.
Ketua Otoritas Kotamadya Baucau, Veneranda Lemos, menegaskan komitmen pemerintah kotamadya untuk bekerja sama dengan PARCIC agar proyek ini memberikan hasil nyata bagi generasi muda di Baucau.
“Proyek ini akan mengubah metode pembelajaran di sekolah teknik pertanian dari yang selama ini lebih bersifat teoritis menjadi berbasis praktik, sehingga lulusan tidak hanya menjadi petani, tetapi juga wirausahawan pertanian yang mampu terhubung dengan pasar dan mendorong ekonomi lokal,” katanya.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz




