DILI, 23 Januari 2026 (TATOLI) – Tantangan perdagangan dunia yang terus meningkat, menjadi fokus diskusi antara Presiden Republik Timor-Leste, Jose Ramos-Horta, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), Rebeca Grynspan, di sela-sela Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.
Dalam laman resmi Kepresidenan Republik yang dikutip TATOLI, menyebutkan pertemuan antara Presiden Republik dan Sekjen UNCTAD Rebeca itu dilakukan pada Rabu (21/01). Dimana pertemuan tersebut berfokus pada tantangan perdagangan dunia yang terus meningkat, di tengah konteks yang ditandai dengan kompleksitas yang lebih besar dan pengurangan tajam dalam anggaran bantuan internasional oleh negara-negara donor tradisional di Eropa dan Amerika Utara.
Presiden Ramos-Horta mengamati bahwa meskipun banyak negara berkembang menghadapi kesulitan akibat perubahan ini, Timor-Leste tetap berada dalam posisi yang relatif stabil berkat kekokohan Dana Perminyakannya (Petroleum Fund), yang terus membiayai anggaran nasional dan berfungsi sebagai penyangga terhadap volatilitas ekonomi global.
Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat ikatan kerja sama antara Timor-Leste dan UNCTAD, serta menegaskan kembali komitmen negara tersebut terhadap kemitraan institusional strategis.
Dimana dalam pertemuan itu, Presiden Republik menekankan pentingnya memastikan bahwa negara-negara pulau kecil, seperti Timor-Leste, dapat terus menghadapi tantangan perdagangan internasional dan mempercepat pertumbuhan ekonomi dalam negeri melalui kerja sama global yang solid dan berorientasi pada hasil.
Dalam pertemuan tersebut juga, Kepala Negara menonjolkan hubungan profesional jangka panjangnya dengan Rebeca Grynspan, warga negara Kosta Rika dan kandidat kuat untuk posisi Sekretaris Jenderal PBB, serta mengakuinya sebagai kolega bereputasi tinggi dan referensi internasional di bidang pembangunan global.
TATOLI




