DILI, 23 Januari 2026 (TATOLI) – Nilai ekspor Timor-Leste pada Desember 2025 tercatat menurun tajam menjadi US$3,94 juta, dibandingkan US$8,74 juta pada November 2025, menurut Monthly External Trade Statistics December 2025 yang diterbitkan oleh Institut Statistik Nasional Timor-Leste (INETL – Instituto Nacional de Estatística de Timór-Leste) di bawah Kementerian Keuangan.
Sementara itu, impor barang (merchandise imports) melonjak dari US$75,44 juta di November menjadi USD$117,28 juta pada Desember 2025, dengan tambahan impor non-barang dagangan sebesar US$102.186, sehingga total impor mencapai US$117,38 juta.
Dokumen Laporan yang diakses TATOLI dalam laman resmi INETL mencakup barang impor dan ekspor resmi, tidak termasuk barang untuk kedutaan asing, pasukan asing, dan misi Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang dikategorikan sebagai impor non-barang dagangan.
Berdasarkan klasifikasi kategori ekonomi (Broad Economic Categories/BEC), impor Desember 2025 didominasi oleh barang intermediate senilai US$56,89 juta, diikuti barang konsumsi sebesar US$36,82 juta, dan barang modal senilai US$19,91 juta.
Pada sisi ekspor, kopi tetap menjadi komoditas utama dengan nilai US$3,31 juta untuk volume sekitar 501 ton, diekspor ke 8 negara tujuan utama, termasuk Meksiko, Italia, Australia, Indonesia, Amerika Serikat, China, Inggris, dan Hong Kong.
Jika digabungkan dengan komoditas lain, total ekspor berdasarkan negara tujuan mencapai US$3,79 juta dari 11 negara tujuan termasuk juga Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Untuk impor, Timor-Leste menerima barang dari setidaknya 35 negara asal. Pemasok terbesar adalah Indonesia senilai US$31,71 juta, diikuti Taiwan (US$26,99 juta), China (US$25,62 juta), Malaysia (US$5,15 juta), Australia (US$4,61 juta), dan Singapura (US$3,60 juta).
Barang impor terbesar berasal dari kelompok bahan bakar mineral dan minyak senilai US$35,79 juta, diikuti kendaraan dan suku cadang (USD$11,93 juta) serta mesin dan peralatan mekanik senilai lebih dari US$5,09 juta.
Laporan INETL juga menyoroti bahwa data perdagangan eksternal tidak dapat dibandingkan langsung dengan neraca nasional karena perbedaan metode klasifikasi.
Meski demikian, laporan ini tetap menjadi acuan penting untuk memantau dinamika perdagangan internasional Timor-Leste secara bulanan, sekaligus menunjukkan tren defisit perdagangan yang meningkat di Desember 2025.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




