iklan

EKONOMI, HEADLINE

Peringati Hari Cendana dan Hutan Nasional, 600 bibit pohon cendana ditanam di Atabae  

Peringati Hari Cendana dan Hutan Nasional, 600 bibit pohon cendana ditanam di Atabae  

Peringati Hari Cendana dan Hutan Nasional, pemerintah melalui Sekretariat Negara urusan Kehutanan melakukan aksi penanaman bibit pohon cendana di pos administratif Atabae, kotamadya Bobonaro. Foto media Sekretariat Negara urusan Kehutanan

DILI, 16 Januari 2026 (TATOLI) —  Timor-Leste kembali memperingati Hari Cendana dan Hutan Nasional yang ke-IX, pada 13 Januari 2026 dengan menanam 600 bibit pohon cendana di sekitar area seluas 175 hektar, di pos administratif Atabae, kotamadya Bobonaro.

Dalam laman resmi Pemerintah, yang diakses Tatoli, menyebutkan bahwa perayaan tahunan ini berlangsung dengan tema “Mari bekerja sama untuk melestarikan dan menjaga kayu cendana sebagai tindakan untuk menghargai kayu cendana sebagai identitas nasional dan sumber daya Timor-Leste”.

Dalam acara tersebut, Sekretaris Negara urusan Kehutanan, Fernandino Vieira da Costa, menyatakan bahwa Pemerintah memutuskan untuk menyelenggarakan Hari Cendana Nasional dengan Hari Hutan Nasional secara bersamaan karena menganggap sektor kehutanan sangat penting untuk melindungi wilayah, mengurangi dampak perubahan iklim, dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

Ia juga menekankan bahwa pelestarian hutan merupakan respons langsung terhadap risiko lingkungan dan bencana alam yang terkait dengan degradasi ekosistem.

Sekretaris Negara juga menyoroti bahwa, dalam mandat Pemerintah Konstitusional IX, bibit pohon cendana yang diproduksi, didistribusikan, dan telah ditanam sekitar 500.000 bibit pohon  di perkebunan yang direncanakan untuk investasi, serta di komunitas, daerah perkotaan, lembaga publik, dan di sepanjang jalan, dengan tujuan memperkuat tutupan vegetasi dan memperbaiki kondisi lingkungan.

Dilain pihak, Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan, Marcos da Cruz, menyatakan bahwa hutan memainkan peran sentral dalam sistem produksi negara. Beliau juga menyoroti keterkaitannya secara langsung dengan ketersediaan air, ketahanan pangan, dan perlindungan tanah. Ia juga menyebutkan bahwa program reboisasi yang sedang berlangsung bertujuan untuk melestarikan sumber daya alam, mencegah banjir dan erosi, serta menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Anggota Pemerintah itu menyerukan partisipasi aktif dari masyarakat dan pemerintah daerah dalam melindungi area reforestasi,  termasuk perkebunan cendana baru, untuk menjamin keberlanjutan dan manfaat ekonomi masa depan bagi keluarga dan negara.

Perayaan acara  tersebut dihadiri oleh Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan, Wakil Menteri Infrastruktur, Sekretaris Negara untuk Kehutanan, Perikanan dan Peternakan, serta perwakilan dari Pemerintah Kotamadya Bobonaro, anggota keamanan, pemimpin sektor, mitra pembangunan, pemerintah daerah, dan anggota masyarakat.

Sebagai bagian dari inisiatif reboisasi dan penanaman pohon, Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan meluncurkan program pada tanggal 12 Januari 2026 di Metinaro, kotamadya Dili, untuk menanam lebih dari 4.000 bibit pohon, yang bertujuan untuk memulihkan lahan yang terdegradasi dan memperkuat aksi reboisasi dan agroforestri. Keesokan harinya, tanggal 13 Januari, kementerian juga melakukan aksi di kotamadya Ainaro untuk memulai penanaman 1.800 pohon durian di area seluas kurang lebih 18 hektar.

Untuk diketahui bahwa perayaan Hari Cendana Nasional dan Hutan Nasional dilaksanakan berdasarkan Keputusan Pemerintah Nomor 11/2017, yang menetapkan tanggal 13 Januari sebagai Hari Cendana Nasional dan Hutan Nasional, sebagai pengakuan terhadap cendana sebagai tanaman simbolis bernilai nasional dan peran sentral hutan dalam menjaga lingkungan yang sehat, melestarikan keanekaragaman hewan dan tumbuhan, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi.

TATOLI

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!