iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

KTT G77- China : TL tekankan perlunya menjunjung tinggi Piagam PBB dan hukum internasional

KTT G77- China : TL tekankan perlunya menjunjung tinggi Piagam PBB dan hukum internasional

Duta Besar Perwakilan Tetap Timor-Leste untuk PBB, Dionisio Babo Soares berpidato dalam KTT G77 dan China yang digelar New York, pada Kamis (15/01). Foto Perwakilan Tetap TL untuk PBB di New York

DILI, 16 Januari 2026 (TATOLI) – Timor-Leste menekankan perlunya kelompok G77 untuk menjunjung tinggi Piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), hukum internasional, kedaulatan negara, dan multilateralisme, dan menolak penggunaan kekerasan dan politik kekuasaan.

Dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G77 dan China yang digelar New York, pada Kamis (15/01), Timor-Leste melalui Duta Besar Perwakilan Tetap Timor-Leste untuk PBB, Dionisio Babo Soares, dalam pidatonya  mengucapkan selamat kepada Uruguay atas pengangkatannya sebagai Ketua Kelompok untuk tahun 2026 dan berterima kasih kepada Irak atas kepemimpinannya pada tahun 2025, serta menyoroti perannya dalam memperkuat persatuan di antara 134 anggota Kelompok G77 tersebut.

Dalam laman resmi Permanent Mission of Timor-Leste to the United Nations in New York yang diakses Tatoli, Dubes Dionisio Babo Soares mengatakan, Timor-Leste mencatat bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun yang penuh tantangan yang ditandai oleh fragmentasi dan ketidakpastian geopolitik, khususnya yang memengaruhi negara-negara di belahan bumi selatan.

Timor-Leste, katanya menyerukan reformasi PBB yang bermakna melalui inisiatif seperti UN80, dengan menekankan bahwa kendala keuangan tidak boleh merusak mandat pembangunan atau kepentingan negara-negara berkembang.

Dimana, Timor-Leste mendesak penguatan solidaritas dengan anggota yang rentan, khususnya negara-negara kurang berkembang (LDC) dan negara-negara kepulauan kecil (SIDS), melalui implementasi konkret agenda pembangunan yang telah disepakati dan peningkatan pendanaan iklim dan pembangunan.

Selain itu, Timor-Leste juga dalam KTT itu, menyoroti prioritas termasuk peningkatan pendanaan berbasis hibah, adaptasi iklim dan mekanisme ganti rugi atas kerugian dan kerusakan, serta menjembatani kesenjangan digital, dan diakhiri dengan komitmen Timor-Leste untuk bekerja sama guna mewujudkan komitmen bersama menjadi hasil nyata pada tahun 2026.

Untuk diketahi bahwa, Kelompok 77 (G-77) adalah organisasi antar pemerintah terbesar negara-negara berkembang di dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang dibentuk pada tahun 1964 untuk mempromosikan kepentingan ekonomi kolektif mereka dan meningkatkan daya tawar mereka dalam isu-isu ekonomi global, meskipun keanggotaannya telah berkembang menjadi lebih dari 130 negara.

Dimana, G-77 berfungsi sebagai suara terpadu bagi negara-negara Selatan, mendorong kerja sama Selatan-Selatan dan mengadvokasi pembangunan, perdagangan, dan kesetaraan di forum internasional, dengan kepemimpinan regional yang bergilir dan China sebagai mitra utama (G-77 + China).

TATOLI

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!