DILI, 16 Januari 2026 (TATOLI) – Timor-Leste diwakili Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, berpartisipasi dalam Pertemuan Menteri Digital ASEAN ke-VI (ASEAN Digital Ministers’ Meeting/ADGMIN) yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada 12–16 Januari 2026.
Pertemuan tingkat menteri tersebut mengusung tema “ASEAN Adaptif : Dari Infrastruktur ke Konektivitas Cerdas” dan secara resmi dibuka oleh Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh, bersama Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn. Perdana Menteri Vietnam menyambut para Menteri ASEAN, delegasi internasional, serta perwakilan komunitas bisnis teknologi yang hadir dalam ADGMIN ke-VI.
Dalam siaran pers resmi yang diakses TATOLI, keikutsertaan Timor-Leste dalam forum ini menandai partisipasi perdana sebagai negara anggota terbaru ASEAN dalam Pertemuan Menteri Digital ASEAN. Kehadiran tersebut mencerminkan komitmen Timor-Leste untuk berintegrasi dan memberikan kontribusi signifikan terhadap arah dan masa depan transformasi digital kawasan.
Tema pertemuan, “ASEAN Adapt : Dari Konektivitas Infrastruktur ke Konektivitas Intelektual,” menggambarkan fase baru yang sedang dijalani ASEAN. Setelah membangun fondasi fisik konektivitas, kawasan kini memasuki tahap di mana data, kecerdasan, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi penentu utama pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan publik, serta daya saing nasional. Dalam konteks ini, AI diposisikan sebagai fasilitator strategis bagi pencapaian Visi Komunitas ASEAN 2045.
Menteri Miguel menyatakan bahwa Timor-Leste berada pada titik krusial antara pembangunan dasar dan kesiapan menghadapi masa depan digital. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus membangun pilar-pilar penting ekosistem digital nasional.
“Dipandu oleh Rencana Pembangunan Strategis 2011–2030 dan kebijakan digital nasional, kami sedang memperluas konektivitas broadband, memperkuat infrastruktur siber, serta mengembangkan perlindungan data dan tata kelola digital. Ini merupakan fondasi yang diperlukan agar Timor-Leste dapat berpartisipasi secara aman dan percaya diri dalam ekonomi digital,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa di balik peluang besar, teknologi canggih membawa risiko yang semakin kompleks. Menurutnya, Strategi Kerja Sama Keamanan Siber ASEAN 2026–2030 secara tepat mengakui perubahan lanskap ancaman akibat AI, otomatisasi, dan teknologi baru.
“Teknologi tersebut memungkinkan munculnya bentuk-bentuk baru kejahatan siber, disinformasi, dan penipuan, serta memberikan tekanan yang semakin besar pada fondasi kriptografi dan kepercayaan sistem digital kita,” tegas Menteri.
Lebih lanjut, Ia mengakui bahwa bagi ekonomi digital yang masih muda dan relatif kecil seperti Timor-Leste, risiko tersebut bersifat nyata. Biaya untuk membangun sistem keamanan siber yang tangguh, tata kelola data yang berdaulat, serta kerangka kerja AI yang dapat dipercaya dinilai sangat signifikan dan berpotensi memperlebar kesenjangan pemanfaatan AI antarnegara.
Dalam pertemuan tersebut, Timor-Leste menyatakan penerimaannya terhadap Deklarasi Pembentukan Jaringan Keamanan AI ASEAN atau ASEAN AI SAFE. Inisiatif ini mencerminkan semangat sentralitas ASEAN dan kerja sama regional untuk memastikan pengembangan AI yang aman, andal, dan selaras dengan nilai-nilai bersama. Platform regional untuk berbagi pengetahuan, penelitian bersama, dan peningkatan kapasitas dinilai penting bagi negara-negara di berbagai tahap perkembangan digital.
Menteri Manetelu juga menyampaikan apresiasi terhadap pengoperasian ASEAN Regional CERT serta kerangka Strategi Kerja Sama Keamanan Siber ASEAN 2026–2030 yang menyediakan dukungan kebijakan dan teknis, termasuk berbagi intelijen ancaman siber, pelatihan berkelanjutan, dan peningkatan kapasitas.
“Bagi Timor-Leste, mekanisme ini berarti ketahanan nasional akan diperkuat melalui solidaritas regional,” katanya.
Dalam semangat tersebut, Timor-Leste menegaskan komitmennya untuk menjadi anggota yang aktif dan konstruktif dalam komunitas digital ASEAN. Timor-Leste siap belajar, berpartisipasi, serta menyelaraskan kebijakan nasional dengan standar regional, termasuk keterlibatan penuh dalam ASEAN AI SAFE, ASEAN Regional CERT, dan berbagai inisiatif peningkatan kapasitas di bawah Kerja Sama Keamanan Siber ASEAN (ACCS).
Timor-Leste menyatakan kesiapannya menempuh perjalanan transformasi digital bersama negara-negara ASEAN, dengan harapan kawasan tidak hanya mampu beradaptasi dengan era AI, tetapi juga membentuknya demi masa depan digital yang aman, inklusif, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




