BALI, 15 Januari 2026 (TATOLI) – Sekretariat Negara Bidang Komunikasi Sosial, memfasilitasi sepuluh (10) media Timor-Leste melakukan studi banding dalam kunjungan Media Tour ke Bali TV dan Bali Post Online guna mempelajari kegiatan jurnalistik dan bertukar pikiran tentang transformasi digital di masa kini dan masa depan.
Saat memulai media tour, Tim Bali TV dan Bali Post Online menyambut Sekretaris Negara Bidang Komunikasi Sosial, Expedito Loro Dias Ximenes dan kesepuluh Pemimpin Redaksi Media yang didampingi Ketua Dewan Pers, Cesar Mali, yang menjadi Ketua Tim Delegasi.
Kesepuluh Pemimpin Redaksi dari media Timor-Leste yang mengikuti studi banding tersebut adalah, RTTL, E.P (Radio dan Televisi Timor-Leste), Kantor Berita TATOLI, IP, Timor Post, STL (Suara Timor Lorosa’e), Corp, Dili Post, GMN (Grup Media Nasional), SapNews, Lafaek News, SMNews dan Media Independent .
Sekretaris Negara Expedito Ximenes, mengatakan dengan perkembangan teknologi saat ini, surat kabar mengalami penurunan, tetapi surat kabar masih tetap ada di masyarakat.
“Kondisi di sini sama seperti di Timor-Leste, tetapi semangat dalam profesi ini seperti bertukar ide karena bersifat universal. Jadi, kita mencari pengalaman,” kata Sekretaris Negara saat mendampingi Kesepuluh Pemimpin Redaksi mengunjungi Bali TV dan Bali Post Online di gedung Radio dan Televisi Bintang, Bali, Kamis ini.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Bali TV, Made Sueca, merasa senang dengan kunjungan Pemerintah Timor-Leste di bidang komunikasi sosial untuk berbagi gagasan di bidang digitalisasi dan konvergensi media.
“Kami tidak sempurna, ini kondisi kami sebagai media lokal yang menjalankan fungsinya dengan memprioritaskan karakter budaya Bali, tetapi dengan perspektif nasional, sehingga kami memiliki profesi yang sama di bidang media,” ujarnya.
Ia mengatakan, komunitas media antar negara dan profesi memiliki misi utama untuk mengubah mentalitas masyarakat, terutama kaum muda, khususnya penduduk di Bali.
Ia menambahkan, dulu ada surat kabar tetapi sekarang harus beradaptasi dengan konvergensi media karena dunia digitalisasi mewajibkan semua media untuk melakukan konvergensi ini.
“Kekuatan kami adalah konvergensi media, sehingga jurnalis dapat menulis untuk surat kabar, menulis secara daring, menulis untuk TV, dapat mengambil gambar, dan dapat meliput langsung dari lapangan,” katanya.
Made Sueca juga menjelaskan, kebijakan editorial harus menempatkan isu-isu antara daring dan surat kabar tidak boleh sama, sehingga dapat menarik perhatian pembaca pada setiap berita.
Selain itu, Pemimpin Redaksi Bali Post Online, Diah Dewi Juniarti Mendala, merasa senang dengan tur media yang diselenggarakan oleh Sekretariat Negara untuk Komunikasi Sosial, untuk bertukar pikiran di bidang media.
“Kami membahas setiap hari isu-isu editorial, sosial, dan budaya yang menjadi kebijakan editorial Bali Post Online,” katanya.
Setelah diskusi, tim mengunjungi pusat percetakan surat kabar, ruang redaksi yang terdiri dari multimedia, editorial, dan studio Bali TV dan Bali Post Online.
Setelah mengunjungi tempat-tempat tersebut, Sekretaris Negara Bidang Komunikasi Sosial, Expedito Loro Dias Ximenes memberikan cendramata berupa tais kepada Pemimpin Redaksi Bali TV, Made Sueca, sebagai kenang-kenangan.
Setelah mengunjungi tim Radio dan Televisi Bintang (BRTV), tim melanjutkan tour media ke Lembaga Penyiaran Publik, Radio República Indonesia.
TATOLI




