DILI, 13 Januari 2026 (TATOLI) — Uskup Agung Metropolitan Dili sekaligus Ketua Konferensi Episkopal Timor (CET), Dom Virgilio Kardinal do Carmo da Silva bertemu Patriark Lisbon, Rui Manuel Sousa Valério untuk membahas pemulangan tulang jenazah (Trasladação Restos Mortais) mendiang Mgr. Martinho da Costa Lopes ke Timor-Leste.
Dalam pertemuan yang diadakan di Lisbon, Portugal pada Senin (12/01) 2026, itu Dom Virgilio Kardinal do Carmo didampingi Vikaris Episkopal untuk Urusan Pendidikan Keuskupan Agung Dili yang juga Pastor Paroki Motael, Romo Guilhermino da Silva.
Dalam laman resmi Keuskupan Agung Metropolitan Dili, menyebutkan bahwa,dalam pertemuan tersebut, Patriark Lisbon Rui Manuel Sousa Valério menyatakan komitmennya untuk bekerja sama erat dengan Gereja Katolik di Timor-Leste dan pemerintah untuk memfasilitasi proses pemulangan tulang jenazah Monsignor Martinho Lopes dengan lancar.
Dalam laman Wikipedia yang dikutip Tatoli, Monsignor Martinho da Costa Lopes (1918-1991) adalah seorang imam Katolik Timor-Leste, administrator apostolik Dili, yang dikenal karena pembelaannya yang berani terhadap Timor-Leste dari pendudukan Indonesia, mengecam kekejaman, yang menyebabkan pengasingannya di Portugal, di mana ia melanjutkan perjuangannya untuk kemerdekaan Timor-Leste.
Dom Martinho da Costa Lopes lahir di Laleia, Manatuto, Timor-Leste, pada Portugis, 11 November 1918 dan meninggal dunia di Lisbon, Portugal di Rumah Sakit De Egas Moniz, pada 27 Februari 1991. Beliau adalah seorang pembela rakyat Timor-Timur (Kini TL) yang tidak kenal kompromi.
Monsignor Lopes adalah tokoh agama terkemuka dari Timor-Leste.
Dimana, Monsignor Lopes, yang menjabat sebagai Administrator Apostolik Dili dari tahun 1977 hingga 1983, adalah seorang kritikus yang berani melawan terhadap pelanggaran hak asasi manusia selama pendudukan Indonesia. Ia dikenal sebagai “suara bagi yang tak bersuara” dan meninggal dunia pada Lisbon, Portugal, pada 27 Februari 1991.
TATOLI




