DILI, 12 Januari 2026 (TATOLI)— Duta Besar Timor-Leste untuk Amerika Serikat, José Luís Guterres (Lugu), menyerahkan laporan kerja kepada Perdana Menteri (PM), Kay Rala Xanana Gusmão dan membahas potensi dampak konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela terhadap harga minyak global.
Pertemuan kehormatan yang berlangsung di Istana Pemerintah, Dili, Senin (12/1), menjadi kesempatan bagi Dubes Lugu untuk menyampaikan perkembangan situasi di AS serta pekerjaan yang telah dilakukan oleh Kedutaan Besar Timor-Leste di Washington.
“Tujuan kedatangan saya adalah melaporkan aktivitas kedutaan dan menyampaikan situasi hubungan kedua negara kepada Perdana Menteri. Hal ini penting agar penguasa di Timor-Leste dapat memahami kebijakan dan perkembangan di AS,” ujar Dubes Lugu.
Ia menambahkan, sebagai warga Timor-Leste, patut bersyukur karena pemerintah memiliki kebijakan luar negeri yang bijaksana, yang juga dipahami oleh negara-negara lain. Laporan pelayanan diplomatik tersebut, katanya, juga akan disampaikan kepada Presiden Republik.
Terkait konflik global, Dubes Lugu menegaskan bahwa perang atau ketegangan di mana pun dapat berdampak pada ekonomi dunia. Ia mencontohkan, ketika konflik terjadi di Timur Tengah, harga minyak cenderung naik, dan ketegangan yang berkepanjangan juga bisa memengaruhi sektor pangan.
“Situasi baru-baru ini di Venezuela hanya berlangsung beberapa jam, dan saat ini kondisi di negara tersebut telah kembali normal. Presiden Venezuela yang baru juga telah memulai negosiasi dengan berbagai negara, termasuk AS, terkait investasi minyak,” jelas Dubes Lugu.
Ia menekankan bahwa peristiwa di Venezuela tidak berdampak langsung pada Timor-Leste. Dewan Menteri, katanya, telah menegaskan komitmen negara terhadap hukum internasional dan menyerukan dialog antara AS dan Venezuela.
“Hubungan Timor-Leste dengan AS sangat penting, karena kita menggunakan dolar AS, memiliki investasi di hampir 600 perusahaan Amerika, serta memperoleh pengembalian investasi yang mendukung anggaran negara. Kita juga berinvestasi di Asia dan Eropa, termasuk Singapura dan Jepang,” pungkas Dubes Lugu, menekankan relevansi diplomasi dan ekonomi AS bagi kepentingan negara dan rakyat Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




