DILI, 12 Januari 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste melalui Institut Nasional Farmasi dan Produk Medis (INFPM) mengalokasikan anggaran pembelian produk medis seperti, obat-obatan, bahan habis pakai, dan peralatan farmasi senilai $14 juta untuk tahun 2026.
Demikian hal itu dikatakan Direktur Eksekutif INFPM, Paulina Mendonça Maher, kepada wartawan di ruang kerjanya Kampung Alor, Senin ini.
“Kami akan membuka tender publik untuk pengadaan obat-obatan, dan juga memberikan kesempatan kepada perusahaan yang berkinerja baik pada tahun 2025 untuk terus membeli obat-obatan,” kata Paulina Mendonça.
Ia menjelaskan bahwa kompetisi ini bukan hanya untuk perusahaan nasional tetapi juga untuk perusahaan internasional.
Berita terkait : Januari – Mei 2025, INFPM telah beli 403 item obat dari tiga negara
“Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk INFPM tahun ini untuk alokasi pembelian obat naik sebesar U$2 juta, dibandingkan tahun lalu. Tujuan dari peningkatan anggaran tersebut seiring dengan perubahan harga obat-obatan yang tidak tetap setiap tahunnya,” jelas Paulina Mendonça.
Ia menegaskan, obat-obatan tersebut akan dibeli dari luar negeri seperti India, Malaysia, China, Australia, Indonesia, dan Portugal.
TATOLI




