DILI, 12 Mei 2025 (TATOLI)— Direktur Pengadaan Institut Nasional Farmasi dan Produk Medis (INFPM), Miguel Soares mengatakan bahwa, sejak Januari hingga Mei 2025 ini, pihaknya telah berhasil membeli 403 item obat dari tiga negara yaitu Australia, Indonesia dan India melalui proses pengadaan.
“Mengenai proses pembelian obat di tahun 2025 ini, menurut data yang telah dikumpulkan, INFPM telah membeli 403 item obat, melalui proses pengadaan,” kata Direktur Miguel Soares kepada wartawan di kantornya kampung alor Dili, senin ini.
Dijelaskan, dari 403 item obat yang telah dibeli, INFPM menggunakan anggaran sebesar 37% dari dana yang dialokasikan untuk tahun 2025.
“Proses pembelian obat saat ini masih berjalan, menurut pembayaran dari pihak Direksi pengadaan menunjukan bahwa, dari total alokasi anggaran tahun 2025 untuk pembelian obat dan peralatan medis yang senilai $13 juta, telah kita gunakan 37% dan 63% yang saat ini masih dalam proses pengadaan,” ujarnya.
Sedangkan, untuk stock item obat yang saat ini ada di Gudang INFPM berjumlah 82% dan 18% stock out
“Stock out 18% saat ini bisa di bilang standar. Stock out tersebut terjadi karena terjadinya sirkulasi item obat dan peralatan medis yang setiap hari harus dikeluarkan dari Gudang karena harus melayani permintaan dari setiap pusat kesehatan,” katanya.
Direktur itu, menambahkan, INFPM selalu menjaga agar stock out item obat di Gudang tidak sampai hingga 40% lebih karena ini bisa menjadi situasi darurat.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




