iklan

POLITIK

Timor – Leste ikut prihatin atas situasi di Venezuela

Timor – Leste ikut prihatin atas situasi di Venezuela

Bendera Timor-Leste. Foto Spesial

DILI, 06 Januari 2026 (TATOLI)— Timor-Leste mengungkapkan keprihatinan terhadap situasi intervensi Amerika Serikat (AS) di Republik Bolivarian Venezuela dan penahanan serta pemecatan paksa Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan istrinya pada Sabtu, 03 Januari 2026.

Timor-Leste menyatakan keprihatinannya atas terganggunya kehidupan sipil dan potensi dampak kemanusiaan yang diakibatkan oleh aktivitas militer asing.

Dalam siaran pers resmi dari laman Pemerintah Timor-Leste yang diakses Tatoli, Timor-Leste menegaskan kembali komitmennya terhadap hukum internasional, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan, larangan penggunaan kekerasan, ancaman atau intimidasi terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun, dan penyelesaian sengketa secara damai.

Karena, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang prinsip-prinsipnya sangat penting untuk menjaga kemerdekaan semua negara, khususnya negara-negara kecil.

Berita terkait : PBB : Aksi militer AS di Venezuela jadi ancaman serius bagi Hukum Internasional

Dalam siaran pers itu, Timor-Leste menyerukan pengekangan diri, kembali ke dialog dan diplomasi, serta penyelesaian situasi secara damai, sesuai dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sementara itu, seperti diketahui melalui media internasional bahwa Rakyat Venezuela pada Sabtu (03/01) dini hari digegerkan dengan serangan militer AS terhadap instalasi sipil dan militer yang menimbulkan ledakan dahsyat di beberapa negara bagian, di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS.

Negara Amerika Latin itu pun menyatakan keadaan darurat nasional.

Dimana, Presiden AS Donald Trump kemudian membenarkan bahwa pihaknya melakukan serangan ke Venezuela serta berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro berikut istrinya, yang langsung dibawa ke AS.

Pasangan tersebut menghadapi dakwaan federal AS terkait dugaan perdagangan narkoba serta kerja sama dengan organisasi teroris.

Berita terkait : Paus Leo XIV desak penghentian kekerasan dan penegakan hukum di Venezuela

Menyusul penangkapan Maduro oleh AS, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk menjabat sebagai presiden sementara Venezuela.

Kementerian Luar Negeri Venezuela juga menyatakan akan mengajukan keberatan ke berbagai organisasi internasional terkait tindakan Washington dan meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB secepatnya.

TATOLI

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!