DILI, 05 Januari 2026 (TATOLI) – Paus Leo XIV menyerukan agar kebaikan rakyat Venezuela diutamakan di atas kepentingan apa pun, serta menekankan pentingnya mengatasi kekerasan, menegakkan supremasi hukum, dan menghormati hak asasi manusia serta hak sipil seluruh warga negara.
Seruan tersebut disampaikan Paus Leo XIV dalam doa Angelus pada Minggu (4/1/2026) di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, menyusul perkembangan situasi politik dan keamanan di Venezuela, setelah pasukan Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro di Caracas pada Sabtu dan membawanya ke New York untuk menjalani proses hukum.
“Kebaikan rakyat Venezuela yang terkasih harus diutamakan di atas setiap pertimbangan lain dan menuntun kita untuk mengatasi kekerasan serta menempuh jalan keadilan dan perdamaian,” ujar Paus Leo XIV dalam seruannya dikutip dari Vatican News.
Ia juga menekankan perlunya melindungi kedaulatan negara, memastikan supremasi hukum sebagaimana diabadikan dalam Konstitusi, serta menghormati hak asasi manusia dan hak sipil setiap orang tanpa kecuali.
Selain itu, Paus Leo mengajak semua pihak untuk bekerja bersama dalam membangun masa depan Venezuela yang damai, stabil, dan penuh kerukunan, dengan perhatian khusus kepada kaum miskin yang paling terdampak oleh situasi ekonomi yang sulit.
Berbicara di hadapan ribuan umat yang hadir di Lapangan Santo Petrus, Paus Leo XIV mengajak seluruh umat beriman untuk mendoakan rakyat Venezuela dan meyakinkan bahwa ia secara pribadi terus menyertakan mereka dalam doanya.
Paus Leo juga mempercayakan seluruh rakyat Venezuela kepada perantaraan Bunda Maria dari Coromoto, Pelindung Venezuela, Santo José Gregorio Hernández, serta Santa Carmen Rendiles.
Mengakhiri doa Angelus, Paus Leo XIV mengajak umat untuk tetap beriman dan bersandar kepada Allah sebagai sumber damai sejati.
“Marilah kita terus beriman kepada Allah damai sejahtera. Marilah kita berdoa dan berdiri dalam solidaritas dengan rakyat yang menderita karena perang,” tegasnya.
Sementara itu, pada dini hari 03 Januari 2026, pasukan khusus Amerika Serikat dilaporkan memasuki Caracas dan melakukan operasi di sejumlah wilayah militer ibu kota. Dalam operasi tersebut, Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap di kediaman mereka, kemudian dibawa ke New York dan didakwa atas sejumlah kejahatan berat.
Menanggapi peristiwa tersebut, Konferensi Uskup Venezuela pada Minggu mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan kedekatan dan solidaritas Gereja dengan seluruh rakyat Venezuela.
“Mengingat peristiwa yang dialami negara kita saat ini, marilah kita memohon kepada Tuhan agar menganugerahkan ketenangan, kebijaksanaan, dan kekuatan kepada seluruh rakyat Venezuela,” demikian pernyataan para Uskup.
Para Uskup juga menyatakan solidaritas mereka dengan para korban luka dan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, serta mengajak umat untuk terus berdoa demi persatuan bangsa.
“Kami berdiri dalam solidaritas dengan mereka yang terluka dan dengan keluarga mereka yang meninggal. Marilah kita tekun berdoa untuk persatuan rakyat kita,” lanjut pernyataan tersebut.
Konferensi Uskup Venezuela juga menegaskan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan dan menyerukan agar setiap keputusan yang diambil benar-benar berpihak pada kebaikan rakyat.
“Kami menyerukan kepada umat Allah untuk menghayati harapan dan doa yang sungguh-sungguh demi perdamaian di dalam hati dan masyarakat kita. Kami menolak segala bentuk kekerasan, dan berharap agar keputusan-keputusan yang diambil selalu demi kebaikan rakyat Venezuela,” tutup pernyataan para Uskup.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




